Konten Media Partner

Jemaah Haji Berusia 76 Tahun Asal Malang Gagal ke Makkah karena Pikun

Tugu Malangverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
  Muhammad Faiz (76) gagal berhaji karena pikun. (foto dokumen)
zoom-in-whitePerbesar
Muhammad Faiz (76) gagal berhaji karena pikun. (foto dokumen)

TUGUMALANG.ID - Muhammad Faiz (76), warga Desa Ganjaran, Gondanglegi, Kabupaten Malang, batal berangkat ke Tanah Suci, meski sudah terdaftar sebagai Calon Jemaah Haji (CJH) 2019. Faiz dipulangkan dari embarkasi Surabaya karena dinilai menderita pikun.

Awalnya, ia diberangkatkan dari rumahnya di Malang pada 12 Juli 2019 menuju embarkasi Surabaya. Namun sehari setelahnya, 13 Juli 2o19, ia dipulangkan lagi oleh pihak panitia penyelenggara haji, lantaran menderita pikun.

Ketika ditemui di rumahnya di Desa Ganjaran, Selasa (16/7), Faiz tampak sehat. Namun, hanya putranya, Imamuddin, yang menjawab pertanyaan-pertanyaan tugumalang.id.

"Jadi setelah di sana (embarkasi Surabaya), bapak (Muhammad Faiz) itu katanya minta pulang untuk mengambil sarungnya," ucap Imamuddin Selasa sore (16/7).

Dua anak Muhammad Faiz saat memberikan keterangan pada tugumalang.id, Selasa (16/7). Muhammad Faiz tidak mau diwawancara dan dipotret karena malu. (foto: Gigih Mazda/Tugu Malang).

Imamuddin mengatakan bahwa pihak panitia ibadah haji di embarkasi Surabaya menghubungi ia dan keluarga secara langsung terkait kondisi ayahnya. "Ketika dihubungi, kami memberi tahu bahwa bapak memang ada riwayat pikun," imbuhnya.

Imamuddin juga bercerita bahwa pihak panitia ibadah haji di embarkasi Surabaya sempat membawa Faiz ke klinik untuk diperiksa kesehatannya. Hasilnya, Faiz dinyatakan tidak bisa diberangkatkan ke Makkah.

"Jadi pihak sana itu menjelaskan bahwa ini nanti kalau bapak dibawa ke Makkah, nanti bisa hilang. Mereka juga menjelaskan bahwa bapak ini katanya salat saja sudah tidak wajib atau gugur karena kondisinya, apalagi ibadah haji," ujarnya menirukan kalimat pihak panita.

Setelah mendapat informasi itu, keluarga menjadi khawatir. Sebab, Faiz memang berencana untuk berangkat sendiri ke Tanah Suci, tanpa ada keluarga lain yang ikut mendampingi. Akhirnya, dalam waktu singkat, pihak keluarga langsung memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan Faiz.

"Jadi kami diskusi dan menghubungi langsung keluarga yang dekat-dekat sini. Dan hanya dalam waktu lima menit kami langsung memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan bapak," imbuh pria berusia 27 tahun itu.

Padahal sebelumnya, pihak keluarga sudah sedikit lega lantaran pihak Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) di tempat Faiz mendaftar haji menyatakan akan memberikan pendampingan bagi ayahnya.

"Sebelum berangkat pihak KBIH sudah sanggup. Sudah tahu kondisi bapak yang seperti ini. Nanti di sana akan dibentuk kelompok regu. Kami waktu itu sedikit lega," ujar Imamuddin.

Imamuddin mengatakan sebenarnya ayahnya itu sudah didaftarkan haji sejak tahun 2011. Namun, ayahnya baru kebagian berangkat tahun 2019, itu pun dengan pertimbangan usia sudah lanjut.

Setahun sebelumnya, Muhammad Faiz sudah sempat menunaikan ibadah umrah. Hanya, ketika itu ia tak sendirian, melainkan didampingi istri dan juga salah satu putranya.

"Beliau belum pernah haji, tapi sudah umrah tahun lalu. Saat itu, sebenarnya kondisinya juga sudah 11-12 sama seperti sekarang. Tapi saat itu 'kan ada yang mendampingi," imbuhnya.

Akan tetapi, kata Imamuddin, pihak keluarga sudah merelakan Faiz tidak jadi berangkat tahun ini.

"Kalau kami dari pihak keluarga semuanya sudah legawa. Jadi ada dua skenario, bisa ditunda untuk tahun depan, atau slotnya diwariskan," terangnya.

Namun untuk pilihan yang kedua tersebut, saat ini ia menyatakan belum ada kesepakatan dengan pihak keluarga lainnya. Rencananya, kata Imamuddin, sang ayah akan melakukan pengobatan dan berusaha untuk memenuhi Rukun Islam yang kelima itu pada tahun depan.

"Kami akan melakukan terapi, semoga saja tahun depan sembuh agar bisa menunaikan ibadah haji," tandasnya.

Reporter: Gigih Mazda

Editor : Irham Thoriq