Konten Media Partner

Jualan Unik Hewan Kurban, Mulai Online Hingga Hadirkan SPG Cantik

Tugu Malangverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Sistem jual beli kambing Sumber Barokah Farm dilakukan via website online. Foto/M Ulul Azmy.
zoom-in-whitePerbesar
Sistem jual beli kambing Sumber Barokah Farm dilakukan via website online. Foto/M Ulul Azmy.

MALANG - Berbagai macam cara dilakukan penjual kambing untuk menarik pembeli di jelang Hari Raya Idul Adha mendatang ini. Seperti halnya dilakukan Sumber Barokah Farm (SB Farm) yang membuka lapak dadakan di Jalan Sulfat, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. SB Farm memiliki cara unik untuk menarik pembeli dengan sistem pelayanan Sales Promotion Girl (SPG) di lapaknya. Sehari-harinya, calon pembeli bakal disambut-oleh wanita muda, berparas cantik lengkap dengan topi koboi. Semua pertanyaan seputar kambing kurban mulai dari bobot, kualitas hingga harga akan dilayani para bidadari tersebut.

Pemilik SB Farm, Khusnul Khotimah (49) mengaku punya banyak inovasi dalam menjual kambing kurbannya di tahun pandemi ini. Mulai sistem jual beli online (website), pelayanan SPG cantik hingga penamaan hewan kurban yang cukup unik. "Kami membuat inovasi penjualan untuk menarik pelanggan. Rata-rata lewat online karena ada wabah ini," kata dia ditemui dilapaknya, Selasa (29/7).

Dari mengubah siasat sistem penjualannya ini, Khusnul mengaku hampir 70-80 persen kambing yang diternak di Jabung, Malang miliknya ini laku terjual. Dibandrol dari harga Rp 2,5 hingga 10 juta tergantung jenis dan ukurannya, kambing miliknya sudah laku terjual sebanyak 50 ekor lebih. ''Ada kambing kami namai Samson itu jenis brenggolo ukuran 1,4 meter itu seharga Rp 10 Juta. Kalau yang paling laris ada kambing etawa rata-rata-rata harga kisaran Rp 7,5 juta,'' ungkapnya.

Selain itu, untuk menarik pembeli SB Farm juga memberi nama-nama unik masing-masing kambing seperti Drogba, Jet Lee, Boboho, Arnold Schwarzenegger dan masih banyak lagi. Informasi mulai dari nama, foto hingga detail kambing akan terpampang di website sbrfarm.id. ''Kami buka (lapak online) itu sudah sebulan lalu, ya karena ada virus ini, kan sebagian pelanggan kita juga ada yang takut. Makanya kami online. Offline juga buka disini,'' terangnya.

Terpisah, salah seorang SPG SB Farm bernama Bawon Sofiana mengaku bahkan sudah melakoni profesi uniknya ini sejak dua tahun Idul Adha silam. Keterbatasan ekonomi menjadi motivasi utamanya menjalani profesi yang tiada duanya ini. ''Apalagi ini kita semua ada musibah. Jadi ya harus ikut bantu-bantu orang tua. Kalo gak kerja nuruti gengsi ya gak makan, Mas." tutur gadis cantik berusia 19 tahun ini.

Sehari-hari menjelang Idul Adha, Sofi merelakan dirinya bergelut dengan hewan kambing. Tak peduli panas maupun bau lebusnya. Setiap pertanyaan dari pembeli yang datang ke lapaknya, selalu ia ladeni dengan sabar. ''Kadang saya juga jelaskan nama-namanya, kan unik. Pembeli juga senang,'' tukasnya.