Jurnalis Tugu Malang Terpilih Jadi Peserta Residensi Antikorupsi TII

Konten Media Partner
2 Agustus 2022 19:01 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sesi briefing 15 peserta Residensi Antikorupsi: Mewartakan Jurnalisme Hukum. Foto: dok TII
zoom-in-whitePerbesar
Sesi briefing 15 peserta Residensi Antikorupsi: Mewartakan Jurnalisme Hukum. Foto: dok TII
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
MALANG - Jurnalis Tugu Malang ID, Lizya Kristanti terpilih menjadi satu dari 15 peserta Residensi Antikorupsi: Mewartakan Jurnalisme Hukum dengan tema “Situasi Penegakan Hukum dan Judicial Corruption di Indonesia”.
ADVERTISEMENT
Program ini digelar oleh Transparency International Indonesia (TII) berkolaborasi dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia atas dukungan dari Uni Eropa dengan skema fellowship.
Peneliti TII, Izza Akbarani menjelaskan bahwa 15 jurnalis itu berasal dari 13 provinsi di Indonesia. "Dari proses pendaftaran terbuka sejak 11–24 Juli 2022, mereka terpilih berdasarkan penilaian atas kelayakan proposal liputan dengan tema yang ditentukan yaitu di bidang hukum dan monitoring peradilan serta proporsi gender dan persebaran wilayah domisili peserta," jelasnya, pada Selasa (2/8/2022)
Poster publikasi Residensi Antikorupsi: Mewartakan Jurnalisme Hukum. Foto: dok TII
Kata dia, para jurnalis terpilih akan mendalami isu serta melakukan pendalaman liputan berbasis jurnalisme hukum. "Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas jurnalis untuk menghasilkan karya jurnalistik di bidang hukum dengan lebih baik dan berkualitas," ujarnya.
ADVERTISEMENT
"Selama tiga hari, jurnalis mendapatkan pelatihan secara intensif di Jakarta pada 9-11 Agustus 2022. Lalu akan ada mentoring selama 3 bulan dari Agustus hingga Oktober 2022," imbuhnya.
Dia berharap, peserta dapat mengikuti seluruh proses kegiatan dengan baik dan dapat berkontribusi bagi pengembangan kapasitas jurnalis dalam mewartakan isu hukum, khususnya dalam situasi penegakan hukum dan judicial corruption.
Sementara itu, Lizya berterima kasih kepada TII dan AJI Indonesia karena telah memberikan kesempatan baginya untuk belajar isu hukum, khususnya penegakan hukum dan judicial corruption.
"Saya tidak menyangka dapat pengalaman emas ini. Semoga dari program ini, saya bisa menghasilkan karya jurnalistik yang lebih baik dan berkualitas," harapnya.
CEO Tugu Media Group, Irham Thoriq mengaku bangga dengan capaian redaktur pelaksana di Tugu Malang ID ini. "Kita terus mendorong para pekerja di media kami, bekerja sesuai profesionalisme. Pelatihan seperti ini akan sangat bermanfaat bagi tim kami," ucapnya.(*)
ADVERTISEMENT