Ka Dinkes Kota Malang: Capaian BIAN Kota Malang di Atas 95 Persen

Konten Media Partner
12 November 2022 7:03 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Mu'arif. Foto / Feni Yusnia
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Mu'arif. Foto / Feni Yusnia
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
MALANG-Capaian program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Kota Malang sudah di atas 95 persen. Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Mu'arif usai gelaran Exit Ceremony Gebyar BIAN di Gedung Kartini, Kamis (10/11/2022).
ADVERTISEMENT
"Untuk BIAN, Kota Malang sudah di atas 95 persen. Beberapa kelurahan sudah ada yang 102 persen, ada juga yang berada di bawah 95 persen. Tapi secara akumulatif se-Kota Malang sudah 95 persen," katanya.
Dipaparkan dr Husnul, bahwa imunisasi BIAN terbagi menjadi dua. Yakni imunisasi kejar dan pemberian imunisasi tambahan campak rubella (MR). Sehingga, diharapkan akan memberikan hasil perlindungan terhadap Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) pada anak-anak.
"Imunisasi kejar itu pembukaannya di Bulan Agustus kemarin, jadi yang masih bolong-bolong, kami lengkapi. Kalau (imunisasi) polio kurang satu, kami lengkapi. Kalau yang rubella juga dilaksanakan selama bulan Agustus kemarin," sambungnya.
Tambah dia, secara keseluruhan, seluruh kelurahan di Kota Malang sudah mencapai target rata-rata yang ditentukan. Sehingga imunitas kelompok sudah tercapai dan akan menurunkan risiko transmisi virus manakala ada balita yang tertular.
ADVERTISEMENT
Lebih lanjut, masih kata dari Husnul, Gebyar BIAN dilaksanakan dengan tujuan silaturahmi sekaligus menguatkan capaian BIAN.
Dasar pelaksanaan kegiatan, mengacu pada UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Permenkes Nomor 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi.
Tujuan diadakan pertemuan, lanjutnya, dalam rangka percepatan imunisasi dasar rutin lengkap seiring dengan perkembangan populasi yang tinggi. Serta mencegah penyebaran virus melalui imunisasi.
"Bulan imunisasi, ditujukan untuk meningkatkan kekebalan, meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap, hingga memutus transmisi penularan virus campak dan rubella yang mana akan memberikan dampak, utamanya pada ibu hamil," terangnya.
Tambah dia, ibu hamil yang terkena infeksi campak rubella maka anaknya berpotensi terkena Congenital Rubella Syndrome (CRS).
"Selain itu, (imunisasi) juga mempertahankan Indonesia bebas polio dan mewujudkan eradikasi polio global pada tahun 2026," pungkasnya.
ADVERTISEMENT