Konten Media Partner

Kasus Pelajar Bunuh Begal: Situs PN Kabupaten Malang Diretas

Tugu Malangverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tampilan situs PN Kepanjen Malang ketika dibuka selama dua hari ini. Saat ini, situs tersebut sudah tidak menampilkan halaman ini lagi dan hanya bertuliskan situs dalam perbaikan.
zoom-in-whitePerbesar
Tampilan situs PN Kepanjen Malang ketika dibuka selama dua hari ini. Saat ini, situs tersebut sudah tidak menampilkan halaman ini lagi dan hanya bertuliskan situs dalam perbaikan.

Malang - Dampak dari viralnya kasus remaja berinisial ZA (17) yang didakwa seumur hidup karena membunuh begal yang mencoba memperkosa teman wanitanya di area kebun tebu Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang rupanya berbuntut hal lain.

Terakhir, situs resmi Pengadilan Negeri Kabupaten Malang harus menjadi korban hacker yang kecewa dengan jalannya kasus tersebut. Alamat website yang beralamat di https://pn-kepanjen.go.id/ tersebut sempat diretas sejak minggu (19/01/2020) oleh hacker yang mengatasnamakan limit[ed] dan 4LM05TH3V!L. Meski demikian, saat ini situs tersebut sudah tidak lagi diretas dan hanya keterangan sedang dalam perbaikan.

Humas PN (Pengadilan Negeri) Kepanjen, Yoedi Anugrah Pratama pada tugumalang.id, Senin (20/1) membenarkan kejadian tersebut.

Humas PN (Pengadilan Negeri) Kepanjen, Yoedi Anugrah Pratama. (Foto: Rizal Adhi Pratama)

“Ini kan berkaitan dengan IT, jadi kalau ada yang tidak senang gampang sekali diretas,” jelasnya.

Tidak hanya sekali, rupanya website PN Kepanjen sudah diserang sejak Kamis (16/01/2020) lalu.

“Sudah kami perbaiki. Ternyata diserang kembali hingga saat ini,” lanjutnya.

Yoedi juga menjelaskan jika motif dari peretas adalah terkait dengan persidangan ZA.

“Mungkin cuma ungkapan kekesalan saja,” lanjutnya.

Isi dari website PN Kepanjen sendiri hanya memuat tentang informasi bagaiman penanganan perkara, jadwal sidang, dan beberapa aplikasi.

“Jadi mungkin untuk sementara belum bisa diakses,” jelasnya.

Meski begitu, Yoedi memastikan jika peretasan website ini tidak akan mengganggu jalannya pelayanan PN Kepanjen.

“Yang diretas ini kan cuma website, jadi saya pastikan tidak akan mengganggu jalannya pelayanan. Jadi kalau butuh pelayanan langsung saja datang kemari akan kami layani dengan baik,” jelasnya.

Terakhir, Yoedi akan memperkuat jaringan IT PN Kepanjen agar kejadian yang sama tidak terulang lagi.

“Kita akan perbaiki lagi. Software-nya agar lebih baik lagi lah,” tutupnya.

Reporter : Rizal Adhi Pratama