Korban Terakhir Kanjuruhan di RSSA Malang Masih Berjuang Lepas Ventilator

Konten Media Partner
2 November 2022 16:14 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Spesialis Anestesi RSSA Malang, dr Wiwi Jaya. Foto/M Sholeh
zoom-in-whitePerbesar
Spesialis Anestesi RSSA Malang, dr Wiwi Jaya. Foto/M Sholeh
ADVERTISEMENT
MALANG – Korban Tragedi Kanjuruhan tinggal satu di RSSA Malang yang tengah berjuang untuk hidup. Korban bernama Novita (18), warga Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kini, dia sedang berjuang untuk bisa lepas ventilator, alat bantu pernapasan yang selama ini membuatnya bertahan hidup.
ADVERTISEMENT
Pihak RSSA Malang yang diwakili dr Wiwi Jaya, spesialis anestesi, mengatakan bahwa pasien atas nama Novita memang masih mengenakan ventilator atau alat bantu pernafasan.
"Pasien ini indikasinya ada trauma di paru paru karena ada infeksi sehingga perlu mendapat support ventilator atau alat bantu pernafasan. Infeksinya di paru paru dan luar paru paru," kata Wiwi, Selasa (1/11/2022).
Dia mengatakan, Novita saat ini masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU RRSA Malang. Namun menurutnya, infeksi di bagian rongga paru paru itu sudah mulai menunjukkan perbaikan.
Disebutkan, yang bersangkutan awalnya diberikan alat bantu pernafasan dengan persentase 80-90 persen. Sementara saat ini, Novita masih dibantu alat pernafasan dengan persentase antara 50-60 persen.
Wiwi juga mengatakan bahwa pasien tersebut dalam keadaan sudah sadar dan bisa merespons instruksi medis. Namun menurutnya, Novita memang belum bisa berbicara lantaran masih terpasang alat bantu pernafasan.
ADVERTISEMENT
"Ada kemajuan tapi belum mampu lepas dari ventilator. Sebelumnya dia gelisah, ada nanah di rongga paru paru. Sekarang nanahnya sudah berkurang dan sudah dicuci. Gak bisa bicara karena masih ada pipa ventilator," jelasnya.
Wiwi berharap kondisi Novita terus mengalami perbaikan dan bisa segera pulih hingga bisa pulang kembali. "Akhir akhir ini mulai membaik. Insyaallah beberapa hari ke depan bisa pulang," pungkasnya.