News
·
6 November 2020 18:31

Kota Malang Dapat Bantuan Ventilator hingga Alat Hidroponik dari BPPT

Konten ini diproduksi oleh Tugu Malang
Kota Malang Dapat Bantuan Ventilator hingga Alat Hidroponik dari BPPT (116016)
BPPT. Foto: Feni Yusnia
MALANG - Sinergi DPRD Kota Malang bersama DPR RI terus digeber. Salah satunya melalui Sosialisasi Teknologi Perbanyakan Tanaman Ex Vitro dan Penyerahan Bantuan Alat Hidroponik serta Bantuan Ventilator oleh Badan Pengkajian Penelitian dan Teknologi (BPPT), di Hall lantai 1 Gedung DPRD Kota Malang, pada Jumat (6/11/2020).
ADVERTISEMENT
Dalam kegiatan tersebut, BPPT menyerahkan bantuan alat penanganan COVID-19 kepada Rumah Sakit Universitas Islam Malang (RSI Unisma). Diantaranya ventilator atau alat bantuan pernapasan dan Rapid Test.
"Bantuan alat penanganan COVID-19 yang diberikan ini merupakan hasil rekayasa atau inovasi BNPT yang sudah lolos uji coba dan sudah diproduksi massal oleh salah satu perusahaan untuk didistribusikan kepada masyarakat atau lembaga kesehatan," ujar Anggota Komisi VII DPR Rl, Moreno Soeprapto.
Kota Malang Dapat Bantuan Ventilator hingga Alat Hidroponik dari BPPT (116017)
BPPT. Foto: Feni Yusnia
Tak hanya dari segi kesehatan, pihaknya juga memberikan paket media tanam hidroponik kepada tiap RW yang ada di Kota Malang. Dengan harapan, dapat membantu dari sisi penguatan ekonomi.
"Setidaknya kita bisa memberikan solusi untuk kesehatan sekaligus penguatan ekonomi melalui BPPT, dengan menghasilkan ventilator dan rapid test karya anak bangsa kepada RSI Unisma, penyaluran kebutuhan pertanian dan peternakan yang nantinya bisa dirasakan oleh temen-temen di Malang ini," imbuh Moreno.
ADVERTISEMENT
Menurut mantan pembalap mobil nasional ini, urban farming menjadi salah satu inovasi teknologi dibidang pertanian BPPT yang bisa dimanfaatkan saat ini. Selain mudah, praktik urban farming juga murah karena memanfaatkan lahan disekitar rumah.
Setidaknya ada 11 tanaman hidroponik yang bisa ditanam, seperti paprika, tomat, cabai, dan juga kangkung. "Bagus kalau seandainya kebutuhan dari rumah 20 persen 30 persen bisa tercukupi dari situ, kan lumayan," jelas dia.
Dia berharap, kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan dukungan untuk Kota Malang dan sekitarnya.
"Mudah-mudahan bisa berguna bagi masyarakat Kota Malang dan sekitarnya agar ke depan menciptakan inovasi lagi. Ini langkah awal untuk inovasi yg lebih besar," tutupnya.