Kota Malang Jadi Tuan Rumah MGMP PJOK SMA/SMK/MA se-Jawa Timur

Konten Media Partner
6 Agustus 2022 13:05
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr Ir Wahid Wahyudi MT. Foto: Feni Yusnia
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr Ir Wahid Wahyudi MT. Foto: Feni Yusnia
ADVERTISEMENT
MALANG - Sebanyak 1.142 guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) jenjang SMA/SMK/MA se-Jawa Timur (Jatim) mengikuti serangkaian pertemuan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PJOK, di Kota Malang, pada 5-7 Agustus 2022.
ADVERTISEMENT
Rangkaian kegiatan ini dibuka dengan terselenggaranya Sarahsehan MGMP PJOK SMA/SMA/MA se-Jawa Timur, di Aula SMKN 2 Malang, pada Jumat malam (5/8/2022).
Ketua pelaksana kegiatan itu, Sunarko MPd mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun di kota/kabupaten berbeda dan sempat tertunda karena pandemi COVID-19. Artinya, Kota Malang menjadi tuan rumah pertama kali setelah melandainya pandemi.
Ketua pelaksana kegiatan, Sunarko MPd. Foto: Feni Yusnia
zoom-in-whitePerbesar
Ketua pelaksana kegiatan, Sunarko MPd. Foto: Feni Yusnia
"Kegiatan ini sudah dilaksanakan kesembilan kali dengan di Kota Malang ini. Jadi setiap tahun berpindah," jelasnya.
Menurut guru PJOK SMAN 2 Malang ini, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar guru PJOK se-Jatim sekaligus menyelaraskan persepsi terkait pendidikan olahraga bersama pakar.
Selain itu, pada 6 dan 7 Agustus, juga digelar pertandingan persahabatan antar guru PJOK yang berasal dari 30 sekolah jenjang SMA/SMK/MA se-Jatim itu.
Peserta MGMP PJOK SMA/SMK/MA se-Jatim. Foto: Feni Yusnia
zoom-in-whitePerbesar
Peserta MGMP PJOK SMA/SMK/MA se-Jatim. Foto: Feni Yusnia
"Akan ada lima olahraga yang digelar yakni bola voli, bola basket, tenes lapangan, bulu tangki,s dan futsal," sambungnya.
ADVERTISEMENT
Pembina Guru PJOK Kota Malang, Dr Sasongko SPd MM menambahkan bahwa sarahsehan ini berawal dari temu kangen guru PJOK se-Jatim. Sebab itu, ada beberapa rangkaian untuk mengisi kebersamaan para guru.
"Tema besar yang diusung kali ini ada dua. Pertama, menyambut Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dan sosialisasi tentang olahraga gateball. Keduanya diusung dalam sarahsehan," terang Kepala SMAN 10 Malang itu.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Pertandingan persahabatan antar guru PJOK SMA/SMK/MA se-Jatim. Foto: dok panitia
zoom-in-whitePerbesar
Pertandingan persahabatan antar guru PJOK SMA/SMK/MA se-Jatim. Foto: dok panitia
Ditambahkan Sasongko, sarahsehan ini juga dalam rangka mempopulerkan olahraga gateball, jenis olahraga baru yang nantinya akan menjadi salah satu mata pelajaran, khususnya masuk di olahraga pilihan di samping olahraga wajib bagi siswa.
"Di PJOK kan ada olahraga pilihan ya, di samping olahraga wajib tadi. Kebetulan gateball ini masih baru sehingga perlu disosialisasikan diajarkan kepada siswa dan bisa setara dengan olahraga lain," terangnya.
ADVERTISEMENT
Selain itu, seiring dengan IKM, juga akan terdapat beberapa perubahan pola belajar mengajar, utamanya pada jam pelajaran. Jika sebelumnya PJOK memiliki tiga jam pelajaran, maka nanti berubah menjadi dua jam pelajaran per minggu untuk masing-masing kelas.
"Namun yang satu jam pelajaran itu menjadi muatan project digabungkan dengan mapel lain karena nanti setiap sekolah dalam IKM kan ada project. Project itu untuk pengembangan Profil Pelajar Pancasila. Sehingga itu diambilkan 30 persen dari jam mata pelajaran seperti mata pelajaran lainnya," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr Ir Wahid Wahyudi MT menegaskan bahwa guru PJOK memiliki peran yang sangat strategis. Selain menjaga kondisi badan agar tetap bugar, namun juga menyentuh aspek psikologis, sosial, dan spiritual.
ADVERTISEMENT
Terlebih, era disrupsi menjadi tantangan tersendiri bagi siswa, termasuk dengan globalisasi, media sosial, gig economy, dan UMKM. Sebab itu, perlu ada sosialisasi kepada guru PJOK, khususnya dengan adanya kurikulum IKM.
"Sebab itu, perlu ada sosialisasi yang benar karena kurikulum merdeka sudah didengar oleh semua guru tapi pemahamannya masih terjadi disparitas yang besar apalagi tentang bagaimana IKM, utamanya di PJOK," paparnya.
Lebih jauh, ia juga memberikan apresiasi atas peran guru PJOK se-Jatim hingga mampu menorehkan berbagai prestasi yang membanggakan.
"Kami berharap keberagaman ini tetap dijaga, saling bertukar pengalaman, bertukar pikiran, maupun silaturahmi terus dikembangkan sehingga melahirkan banyak prestasi yang membanggakan," tandasnya.(ads)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020