KUPI, Layanan Koperasi Berbasis Usaha Pemuda Desa
Dorong Petani Tetap Eksis

Wahana Masyarakat Tani dan Nelayan Indonesia (Wamti) terus berkomitmen demi kesejahteraan petani maupun nelayan. Salah satunya lewat Layanan Koperasi Usaha Petani Indonesia (KUPI), dengan program usaha-usaha pedesaan berbasis pemuda desa.
KUPI sendiri merupakan layanan sosial ekonomi yang ditujukkan pada masyarakat tani dan nelayan di daerah tertinggal. Melalui aktifitas petani-petani muda, koperasi ini menggerakkan usaha-usaha pedesaan agar dapat berperan aktif. Khususnya, tanaman pangan, sehingga tercapai ketahanan pangan nasional.
Didikung oleh Medium Term Cooperation Program (MTCP) dan Asian Farmers Organization Support Program (AFOSP) Uni Eropa dan IFAD, program tersebut menjalankan usaha perdagangan skala wholesale untuk komoditi pertanian. Antara lain beras putih, beras merah, madu hutan, biji kopi, sapi hidup, hingga ikan.
Sekretaris KUPI, Djohersah Djohan, menyatakan bahwa program tersebut didasarkan pada keinginan untuk menguatkan sektor pertanian supaya tetap eksis sehingga dapat mensejahterakan kehidupan para petani.
"Kita dorong hasil pertaniannya supaya bisa maksimal. Sehingga usaha pedesaannya mampu mensejahterakan para petani itu sendiri. Dengan cara pemodalan, pemasaran, bibit serta pupuk yang cukup, juga sistem teknologi yang baik," jelasnya.
Selain perdagangan komoditi, koperasi ini juga akan melakukan pendampingan. Seperti menggandeng pemuda tani usia 17-35 tahun dalam mengoptimalkan tanaman pangan dan palawija, edukasi maupun training agribisnis, program tabungan anggota untuk pembelian sapi muda, dan program tanaman pohon hutan produktif (agroforestry).
Dengan kemajuan teknologi dan perkembangan kondisi, KUPI mendorong peran aktif pemuda tani tersebut melalui Usaha Pedesaan (Uped). Dimana petani muda akan didampingi sehingga menjadi motor penggerak usaha-usaha pedesaan bersama. Dengan tujun untuk membangun kerjasama pedesaan di setiap daerah secara strategis dan sistematis berbasis teknologi dan pasar. Agar, petani dapat lebih mandiri dan kesejahteraan keluarga petani di daerah pedesaan tercapai.
"Rencananya kita bikin percontohan dulu di Kabupaten Lebak, Banten atau di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Kita buat program usaha pedesaan yang menarik para pemuda tani, supaya mereka lebih strategis dalam bentuk kerjasama tata pengelolaan usaha pedesaan," jelasnya.
Tujuan KUPI, kata dia, agar petani muda dapat bekerjasama serta menguatkan usaha tani.
Ke depan, untuk pemasaran dan realisasi program, Djohersah menjelaskan, bahwa pihaknya juga akan berkolaborasi dengan pihak pemerintahan maupun swasta atau pun pasar luar negeri.
Diharapkan, para petani maupun nelayan Indonesia akan semakin kuat dalam pengelolaan tanaman pangan.
"Sasaran kami memang petani. Pada saat ini arahnya kemampuannya kondisi terbatas. Misal tanah tidak luas, kekurangan modal, dan akses pasar," terangnya.
"Kalau saya lihat peralihan generasi petani saat ini masih dengan semangat orang desa belum semangat bentuk usaha-usaha pedesaan. Nah, ini kita himbau pemuda desa agar mau bertani membangun masa depan yang lebih baik dan mensejahterakan hidupnya," pungkasnya.(ads)
