News
·
20 September 2020 16:41

Lift Jatuh di RS Unisma, Korban Meninggal Bertambah 1 Orang

Konten ini diproduksi oleh Tugu Malang

Rahmad Arifin Menjadi Korban Meninggal Kelima

Lift Jatuh di RS Unisma, Korban Meninggal Bertambah 1 Orang (102559)
Petugas Satreskrim Polresta Malang Kota bersama tim Labfor Polda Jatim saat olah TKP di lokasi kejadian. Foto: Istimewa
MALANG - Korban meninggal dunia dalam insiden berdarah lift proyek gedung baru Rumah Sakit Universitas Islam Malang (RS Unisma) bertambah 1 orang. Dia adalah Rahmad Arifin (31), warga Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.
ADVERTISEMENT
Informasi yang dihimpun, Arifin meninggal dunia di RS Karsa Husada Kota Batu dua hari pasca kejadian, tepatnya saat mendapat perawatan intensif.
Tewasnya Arifin membuat daftar rentetan korban meninggal dunia dalam insiden ini bertambah 5 orang.
Hal ini dibenarkan Kasubnit I Unit IV Sat Reskrim Polresta Malang Kota, Iptu Rudi Hidajanto,
''Benar, korban bertambah jadi 5 orang. Sedangkan, semua korban luka yang dirawat kini sudah lewat masa kritis dan siap dimintai keterangan,'' ungkap Rudi, mewakili Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu.
Sebab itu, penyelidikan atas insiden berdarah ini mulai meningkat ke level serius. Guna mengungkap rekonstruksi kejadian hingga menemukan siapa yang pantas bertanggung jawab atas kecelakaan kerja ini.
ADVERTISEMENT
''Pasti akan ada penetapan tersangka. Tapi kami juga harus hati-hati,'' tambahnya.
Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu hasil kajian dari tim Labfor Polda Jatim yang sudah melakukan olah TKP sejak beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, penjadwalan pemanggilan saksi mulai disiapkan. Mereka adalah para korban yang menjadi saksi kunci, Direktur RSI Unisma, pihak Yayasan Unisma, dan pihak kontraktor.
“Kami ingin tahu kronologi persisnya para pekerja ini saat naik lift. Itu atas ide siapa, gimana ceritanya,'' pungkasnya.
Sebagai informasi, daftar kelima korban meninggal dunia dalam insiden ini yakni 1 orang warga Pakis yakni Kasianto (40), 2 orang warga Jabung yakni Lukman (35) dan Subeki (30), 1 orang warga Ngantang, Agus (30) dan terbaru Arifin (31) warga Kasembon, Kabupaten Malang.
ADVERTISEMENT
Sementara, 6 orang lainnya mengalami luka-luka. Mereka adalah:
  1. Toni (25), warga Jabung, kedua tangan patah;
  2. Andika (25), warga Jabung, luka mulut parah;
  3. Depi (25), warga Pakis, kedua tangan patah;
  4. Fatkur (30), warga Gondanglegi, patah kaki;
  5. Ludi (25), warga Poncokusumo, luka ringan.