News
·
7 September 2020 22:12

Mantan Wantimpres Malik Fadjar Meninggal Dunia, Cak Nun Gelar Salat Gaib

Konten ini diproduksi oleh Tugu Malang
Mantan Wantimpres Malik Fadjar Meninggal Dunia, Cak Nun Gelar Salat Gaib (531662)
Prof Malik Fadjar. Dokumen UMM.
MALANG- Berita duka meninggal dunianya anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Prof Malik Fadjar, Senin (7/9) malam, mendapat tanggapan dari keluarga besar Emha Ainun Nadjib di Kadipiro, Yogyakarta. Budayawan yang akrab disapa Cak Nun langsung menggelar Salat Gaib dan tahlilan untuk mendoakan Malik Fadjar.
ADVERTISEMENT
Ketika dikonfirmasi tugumalang.id partner resmi kumparan.com, Muzakki, asisten Cak Nun menerangkan jika telah mendengar kabar duka tersebut. Salat Gaib tersebut dimulai sekitar pukul 19.00. Bahkan, Cak Nun sampai melanjutkan dengan tahlil di kediamannya.
Mantan Wantimpres Malik Fadjar Meninggal Dunia, Cak Nun Gelar Salat Gaib (531663)
Cak Nun (paling kiri) sedang salat Gaib di rumahnya, Yogyakarta.
“Tadi jam 19.00 kami shalat gaib buat Pak Malik. Lanjut tahlilan ini jam 20.00,” ungkap Muzakki ketika dihubungi via whatsapp. Menurutnya, Cak Nun belum bisa menanggapi lebih banyak, karena masih ada agenda tersebut.
Tak hanya itu, Helmi Mustofa, redaktur Caknun.com menuturkan hal serupa. “Nyuwun ngapunten, kebetulan Mbah Nun juga sudah mendengar kabar duka tersebut, tapi tampaknya belum memungkinkan untuk wawancara dengan beliau,” balas Helmi melalui whatsapp.
Mantan Wantimpres Malik Fadjar Meninggal Dunia, Cak Nun Gelar Salat Gaib (531664)
Foto 21 Mei 1998 ketika Presiden Suharto mengumumkan pengunduran diri. Cak Nun (tengah-biru) dan Malik Fadjar (tengah-batik cokelat). Foto: caknun.com
Malik Fadjar pernah menjadi Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Kabinet Gotong Royong periode 2001-2004. Antara Cak Nun dan Malik Fadjar diketahui merupakan salah satu tokoh reformasi 1998. Dilansir dari Caknun.com pada 16 Mei 1998 malam hari, Cak Nun beserta Nurkholis Madjid, Malik Fajar, Oetomo Danandjaya, dan Drajat mengadakan rapat untuk merumuskan empat prosedur turunnya Presiden Suharto. Namun, dengan pertimbangan empat prosedur ini dapat meminimalisasi korban, terutama di pihak rakyat dan mahasiswa, serta efektif secara kenegaraan.
ADVERTISEMENT