Entertainment
·
10 Agustus 2020 15:30

Membedah Perbedaan Dangdut dan Electone

Konten ini diproduksi oleh Tugu Malang
Membedah Perbedaan Dangdut dan Electone (152163)
Sanusi (tengah). Foto: Rizal Adhi.
MALANG - Pasca video dangdutan Bupati Malang, Muhammad Sanusi, viral di dunia maya. Dia berkilah tidak dangdutan, namun sedang electonan. Lalu, apakah perbedaan dangdutan dan electonan menurut pakarnya?
ADVERTISEMENT
Pakar Musik dari Universitas Negeri Malang (UM), Deny Handrianata Mahendra SSn, mengatakan kalau dangdutan dan electonan sebenarnya sangat berbeda.
"Kalau dangdutan sebenarnya dari kata dangdut yang diimbuhi kata 'an', artinya melakukan kegiatan dangdut-an," ungkap Dosen Prodi Pendidikan Seni Tari dan Musik UM ini, pada Senin (10/8/2020).
"Jadi, dangdutan itu sama seperti ska-an dan hardcore-an. Sehingga artinya melakukan sebuah aktivitas mendengarkan sebuah musik dangdut, dan ketika mendengar musik dangdut itu ada suatu interaksi antara si pendengar dan musiknya itu, yaitu dengan berjoget itu tadi," sambungnya.
Sedangkan electone, bisa memakai lagu pop dan tidak harus dangdut. Karena electone adalah sebuah alat musik keyboard yang bisa disetting dengan lagu dangdut atau lagu pop.
ADVERTISEMENT
"Jadi perbedaan dangdut dan electone adalah electon-an disini artinya adalah memainkan alat musik electone yang diputar dengan lagu dangdut. Yaitu dimainkan dengan satu alat musik itu saja, yang disetting dengan musik dangdut sehingga orang awam itu menyebutkan jika electonan itu dangdutan, padahal tidak," jelasnya.
Dia menambahkan, electonan bisa saja memainkan lagu pop sampai lagu reage.
"Jadi, perbedaannya adalah kalau dangdutan itu sekelompok orang yang memainkan sebuah musik dangdut. Meskipun memutar tape kalau memainkan musik dangdut bisa saja disebut dangdutan," terangnya.
"Sedangkan electonan tidak bisa, harus diputar dengan alat musik keyboard yang dimainkan dengan style dangdut," imbuhnya.
Namun, ternyata dangdutan dan electonan juga bisa disamakan jika genre musik yang dimainkan serupa.
ADVERTISEMENT
"Persamaannya, dangdutan itu memutar musik dangdut entah dari tape, electone atau band. Kalau electon-an itu orang yang memainkan alat musik electone dengan style dangdut. Jadi itu sama saja artinya dengan dangdutan," jelasnya.
"Intinya sama-sama mendengarkan musik dangdut yang disitu ada interaksi antara musik itu dan pendengarnya. Dangdut itu istilahnya genre musik, orang melihat dangdut di TV saja bisa disebut dangdutan," lanjutnya.
Sehingga, dapat disimpulkan jika kesamaan dangdutan dan electonan adalah sama-sama memutar lagu dangdut.
"Dangdut sendiri adalah genre musik, sehingga sama seperti ska, reage, punk dan rock. Jadi dangdut itu genre musik yang diadopsi dari India," bebernya.
Terakhir, Deny menegaskan, musik dangdut harus disertai dengan gendang. "Dangdut harus ada irama gendang, karena dari suara gendang yaitu 'ndut' tapi kalau tidak ada gendangan, itu dulu pakai ketipung," tutupnya.
ADVERTISEMENT