Konten Media Partner

Menikmati Orem-Orem Arema, Eksis Sejak 1995

Tugu Malangverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Penampakan orem-orem Arema di Jalan Blitar, Kota Malang. Foto: rezza do'a lathanza/tugumalangid
zoom-in-whitePerbesar
Penampakan orem-orem Arema di Jalan Blitar, Kota Malang. Foto: rezza do'a lathanza/tugumalangid

TUGUMALANG.ID-Di Kota Malang, menu sarapan yang paling banyak dijual kemungkinan besar masih nasi pecel. Tapi, ada satu kuliner lain yang bisa dijajal sebagai menu sarapan. Namanya orem-orem.

Berbeda dengan nasi pecel, makanan pokok di dalam orem-orem adalah ketupat atau lontong. Lalu, ada irisan tempe goreng, ayam atau telor asin. Semuanya dimasak bersama dengan kuah santan yang berwarna kekuning-kuningan.

Salah satu penjual orem-orem yang telah melegenda yakni Orem-Orem Arema di Jalan Blitar, Kota Malang. Warung milik Alex Suprapto ini sudah berdiri sejak tahun 1995.

"Dulu tahun 1995 yang pertama jual bapak di Jalan Jakarta, beliau sudah nggak ada. Tahun 2000-an pindah kesini (Jalan Blitar)," ucap Alex, kepada tugumalang.id, beberapa hari lalu.

Penampakan orem-orem Arema di Jalan Blitar, Kota Malang. Foto: rezza do'a lathanza/tugumalangid

Saking legenda-nya warung tersebut, warung ini banyak dikunjungi oleh food vloger dan wisatawan dari berbagai daerah."Ya, mungkin sudah melegenda dan orem orem ini cukup lama jadi banyak yang datang untuk mencicipi, kadang itu alumni mahasiswa UM mereka yang dari luar Kota Malang kalau pas kemalang mampir kesini, katanya ingin nostalgia," imbuhnya lantas tertawa.

Satu mangkok orem - orem ini, disajikan dengan lauk tambahan yang berbeda. Pengunjung bisa menambahkan lauk seseuai dengan selera ayam atau telur asin.

Bumbu khas orem-orem yang gurih tercium kala semangkuk kenikmatan itu berada di depan mata. Sajian ketupat yang disandingkan dengan irisan tempe, kecambah, dan disiram kuah santan kuning yang membuat para pencinta kuliner tergoda dengan makanan ini.

Sebagai penambah cita rasa manis, Alex menambahkan kecap dan ditaburi bawang goreng untuk menambah wangi dan gurih. Untuk orem-orem telur, Alex menggunakan telur asin dengan alasan agar lebih gurih. Sementara untuk varian orem-orem ayam, menggunakan daging ayam dalam bentuk suwiran.

Semangkuk orem-orem biasa dibanderol Rp 7000. Sedangkan untuk yang menggunakan telur seharga Rp 10 ribu, dan varian ayam dengan harga Rp 11 ribu. Warung yang jadi favorit mahasiswa ini buka mulai pukil 09.30 WIB sampai 16.00 WIB. Libur setiap hari Jumat.

Reporter: Rezza Doa Lathanza

Editor: Irham Thoriq