Muhadjir, Dulu Wartawan, Kini Menteri Koordinator Bidang PMK

TUGUMALANG.ID-Prof Dr Muhadjir Effendy M.A.P menjadi sedikit dari menteri kabinet Joko Widodo dan Jusuf Kalla, yang dipertahankan untuk periode lima tahun mendatang. Tak hanya dipertahankan, dia juga 'naik jabatan' dengan menjadi Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). Sebelumnya, dia adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).
Lalu, siapa sebenarnya Muhadjir Effendy? berdasarkan data yang dikumpulkan tugumalang.id, meski lahir di Madiun, Muhadjir menjalani masa remaja hingga dewasa di Kota Malang. Dia kuliah Sarjana di dua tempat sekaligus yakni di IAIN Sunan Ampel Malang (sekarang UIN Malang), dan Sarjana Pendidikan di Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (UM). Untuk magister, dia raih di Universitas Gadjah Mada (UGM), dan program doktoral di Universitas Airlangga (Unair).
Selama kuliah sarjana di Malang, ini adalah momen yang menempa Muhadjir remaja. Dia tercatat aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Tak hanya itu, pria berumur 63 tahun ini saat kuliah juga sempat menjadi wartawan kampus.
Soal jadi wartawan, ini dibenarkan oleh temannya yakni Prof Dr Djoko Saryono M.Pd. Meski dia dengan Muhadjir terpaut tujuh tahun, tapi dia masih tahu saat Muhadjir jadi wartawan. Ketika itu, sekitar tahun 1982 dan 1983. Saat itu, Djoko sebagai mahasiswa baru yang aktif di Himpunan Mahasiswa Menulis (HMP) dan koran koran komunikasi IKIP Malang."Beliau tidak hanya jadi wartawan, tapi pernah menjadi tukang layout dan penulis tajuk rencana," katanya."Meski angkatan saya dengan beliau beda jauh, tapi sering berkecipung bersama saat saya jadi mahasiswa dan beliau dosen, khususnya dalam dunia kepenulisan," kata guru besar Universitas Negeri Malang (UM) ini.
Seingat Djoko, Muhadjir pernah menjadi pemred koran kampus, sedang Djoko adalah reporter-nya."Pernah juga beliau menjadi pemred, saya redakturnya," imbuhnya.
Seingat Djoko, Muhadjir remaja adalah orang yang penuh dengan semangat aktivisme."Selama bergaul dengan saya, beliau adalah orang yang luas rasa ingin tahunya, terus belajar, punya visi, dan tidak puas dengan hanya menjadi follower," katanya.
Setelah Muhadjir dilantik sebagai Menko PMK oleh Jokowi, Djoko berharap Muhadjir bisa berkontribusi maksimal."Harapan saya, makin maju manusia berkebudayaan dan kebudayaan berperikemanusiaan," ucapnya.
Sementara itu, saat siang ini (23/10), rumah Muhadjir di Jalan Pisang Kipas Kota Malang, terlihat sepi. Hanya ada pembantu rumah tangga yang menempati kediaman Muhajir sebelum menjadi mentri dan pindah ke Jakarta.
Sulis, pembantu rumah tangga mengatakan jika Muhadjir jarang pulang ke Malang saat ini sedang berada di Jakarta. "Ya, bapak udah jarang pulang kemalang palingan kalau ada libur atau kegiatan di Malang mampir," terangnya.
Namun, Sulis enggan untuk menjawab banyak pertanyaan. "Nanti aja ya, kalau ada sodaranya atau bapak lagi di Malang kesini lagi," imbuhnya.
Sebelum menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menggantikan Anies Baswedan pada 2016, Muhadjir pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selama tiga periode yakni mulai tahun 2000 hingga 2016. Selain itu dia juga menjadi Guru Besar Sosiologi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.
Ia pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Pengurus Pusat Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BKS-PTIS), Anggota Kelompok Kerja Dewan Research Daerah (DRD) Jawa Timur, Anggota Tim Penyusun Visi Indonesia Berkemajuan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Wakil Ketua Pengurus Pusat Himpunan Indonesia Untuk Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial (HIPIIS). Keaktifan-nya di Muhammadiyah, membuat Muhadjir disebut-sebut sebagai menteri representasi Muhammadiyah di kabinet Joko Widodo.
Reporter : Rezza Doa Lathanza
Editor : Irham Thoriq
