Konten Media Partner

Musim Kemarau, 19 Desa di Kabupaten Malang Rawan Kekeringan

Tugu Malangverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Ilustrasi kemarau. Foto: ANTARA FOTO/ Mohammad Ayudha
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kemarau. Foto: ANTARA FOTO/ Mohammad Ayudha

TUGUMALANG.ID-Sebanyak 19 desa di Kabupaten Malang, diprediksi bakal mengalami kekeringan pada kemarau tahun ini. Diperkirakan, kekeringan tersebut terjadi pada puncaknya pada bulan Agustus mendatang.

Data tersebut merupakan hasil kunjungan lapangan dan prediksi dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang. Total 9 kecamatan yang berpotensi rawan terjadi bencana kekeringan. Kecamatan itu antara lain adalah Singosari, Kalipare, Pagak, Donomulyo, Jabung, Sumbermanjing Wetan, Bantur, dan Sumberpucung.

"Iya betul, jadi itu potensi kalau musim kemarau dan mereka biasanya membutuhkan air. Tetapi dari 9 kecamatan tersebut tidak semua desa. Kami perkiraan jumlahnya sekitar 19 desa," ucap Kepala BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan, Jumat (12/7/2019).

Untuk diketahui, 19 desa yang terancam kekeringan tersrbut antara lain adalah Wonorejo (Kecamatan Singosari); Putukrejo (Kecamatan Kalipare); Gampingan, Pagak, Sumberejo (Kecamatan Pagak); Donomulyo, Purwodadi, Tlogosari, Sumberoto, Banjarejo, Kedungsalam (Kecamatan Donomulyo); Sidoluhur (Kecamatan Lawang); Jabung, Kemiri (Kecamatan Jabung); Druju, Sumberagung, Ringinsari (Kecamatan Sumawe); Karangkates (Kecamatan Sumberpucung); dan Pringgondani (Kecamatan Bantur).

Namun, pihak BPBD sejauh ini sifatnya hanya memprediksi. Pihaknya mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada tanda-tanda kekeringan pada daerah tersebut."Kalau sejauh ini masih belum ada tanda-tanda kekeringan dari daerah-daerah tersebut Kalau prediksi kami mungkin sekitar Agustus karena itu puncak kemarau," lanjut Bambang.

Ia mengungkapkan pihaknya akan vekerja sama dengan pihak PMI, Dinas Cipta Karya, dan juga PDAM jika kekeringan itu benar-benar terjadi. Gabungan instansi tersebut, akan berusaha menyediakan air bersih untuk masyarakat jika kekeringan benar-benar terjadi.

"Kalau memang mereka memerlukan, maka akan kami akan memberikan pasokan air. Kami menyediakan 10 mobil tanki air untuk hal itu," ungkpanya. Ia mengungkapkan bahwa masyarakat harus tetap waspada kekeringan dan memiliki tandon air bersih. Namun, jika memang membutuhkan air, pihaknya akan mengupayakan pemenuhannya.

Reporter: Gigih Mazda

Editor : Irham Thoriq