Konten Media Partner

Netizen Persoalkan Donasi, Ini Kata Pendiri Griya Lansia Husnul Khotimah Malang

Tugu Malangverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Griya Lansia Husnul Khatima. foto/Aisya Nawansari Putri
zoom-in-whitePerbesar
Griya Lansia Husnul Khatima. foto/Aisya Nawansari Putri

MALANG - Pendiri Griya Lansia Husnul Khotimah Malang, sempat mengunggah klarifikasi terkait lansia yang ditampung di panti jompo itu. Termasuk di antaranya Ibu Trimah yang trending di media sosial. Namun unggahan klarifikasi Arief Camra itu masih menjadi perdebatan di kalangan netizen.

Sebagian netizen menganggap semestinya Griya Lansia tidak meminta donasi karena sudah mendapat uang dari keluarga lansia yang dirawat di sana.

Melalui wawancara dengan tugumalang.id (partner kumparan.com), Arief meluruskan bahwa Griya Lansia Husnul Khotimah bersifat sosial dan tidak memungut biaya sepeser pun dari keluarga lansia yang dirawat di sana.

"Netizen kemungkinan menyamakan kami dengan panti jompo berbayar. Padahal kami benar-benar gratis seratus persen dan khusus untuk orang telantar," jelas Arief.

"Jadi, yang harus digarisbawahi, Griya Lansia itu pusat perawatan lansia telantar. Khusus yang benar-benar telantar," tegasnya.

Gerbang Griya Lansia Husnul Khatimah di Malang. foto/Aisya Nawangsari Putri

Oleh karena itu, penting bagi Griya Lansia untuk mencari donasi agar panti tetap bisa terus beroperasi. Salah satu cara untuk menarik donasi adalah dengan mengunggah foto kegiatan dan berkampanye.

Arief juga mengaku belum mendapat bantuan dari pemerintah. "Kami memang fokus di penggalangan internal, melalui media sosial. (Kami) belum mengajukan bantuan ke pemerintah," ujar Arief. Ia menambahkan bahwa ia sendiri belum mengharap ada bantuan karena memang belum memberikan pengajuan.