News
·
2 Mei 2020 13:11

Opini: Refleksi dan Harapan Pendidikan di Tengah Pandemi COVID-19

Konten ini diproduksi oleh Tugu Malang
Opini: Refleksi dan Harapan Pendidikan di Tengah Pandemi COVID-19 (138685)
Komisi D DPRD Kota Malang, Suryadi.
Pendidikan dan Pandemi COVID-19 bagian dari salah satu bentuk upaya menuju peremajaan alam dan mencerdaskan anak bangsa dalam kehidupan kita bersama. Dengan demikian, pendidikan juga merupakan upaya dalam membentuk insan-insan akademis, pencipta, pengabdi yang berpikir secara mandiri, dan dapat bertanggung jawab atas terbentuknya masyarakat yang adil dan makmur dengan Rhida Allah SWT.
ADVERTISEMENT
Kita dapat mencermati bahwa melalui pendidikan diharapkan dapat tercipta kehidupan yang lebih baik dan benar serta bermanfaat bagi diri insan, bagi kehidupan keluarga, bagi masyarakat, berguna bagi bangsa, dan bagi peradaban manusia itu sendiri, karena pendidikan bagian dari peran penting dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.
Hal ini juga tertuang dalam pembukaan Undang–Undang Dasar 1945. Para pendiri bangsa telah mencantumkan tujuan negara. Salah satunya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.
Opini: Refleksi dan Harapan Pendidikan di Tengah Pandemi COVID-19 (138686)
ads.
Hal ini juga diperkuat dalam UUD 1945 yang menjelaskan bahwa setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan dan negara memiliki kewajiban untuk memenuhi pendidikan setiap warga negara guna mewujudkan tujuan nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
Di dalam menempa pendidikan dan selama mengeyam pendidikan itu sendiri, tentu tentu anak-anak bangsa tidak hanya sekedar memperoleh dan membutuhkan lembaran ijazah dan tanda surat kelulusan dari sekolah. Akan tetapi, lebih dari itu. Anak-anak bangsa harus mendapatkan pencerdasan pola pikir yang terbentuk dan karakter yang kuat dan tangguh. Kemudian tumbuh dalam dirinya. Maka dari itulah, anak anak bangsa ke depan diharapkan dapat mandiri dan bertanggung jawab bagi dirinya, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negaranya. Dengan demikian, potret dalam dunia pendidikan harus berkualitas, terjangkau, adil, merata, yang kemudian terbungkus menjadi wajah pendidikan untuk semua lapisan masyarakat, dalam rangka membentuk anak-anak bangsa yang cerdas dalam pola pikir, mental, karakter, berakhlakul karimah hingga mampu membentuk manusia-manusia Indonesia yang dapat berpikir mandiri, kritis, kreatif, inovatif, terampil dan mempunyai keinginan yang besar dalam belajar. Sehingga setelah lulus, para insan intelektual ini dapat berkarya besar dan berkarya nyata bagi pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara.
ADVERTISEMENT
Tak kalah penting dalam potret dunia pendidikan, yakni proses pembelajaran tak hanya fokus pada objek yang dipelajari, tetapi setiap pendidik dan pembelajar bagaimana bisa konsentrasi pada bagaimana berpikir dan berperilaku terhadap yang dipelajarinya. Hal ini berarti ranah pembelajaran tak hanya mencakup keahlian, juga bukan saja terhadap ilmu, tetapi juga mencakup pola pikir dalam menghadapi suatu permasalahan maka antara teori dan praktik berimbang didapatkannya Dengan demikian, terbentuknya pola pikir yang siap unggul dalam menghadapi kompleksitas dan kerumitan yang akan muncul pada masa mendatang seperti hadirnya Pandemi COVID-19 ini. Menjadi bekal dan kekuatan penting bagi setiap individu. Selain itu, pada pola pikir positif merupakan syarat cukup agar seseorang memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dan juga berperilaku yang baik pula. Sehingga dihadapkan dalam proses pembelajaran apapun sudah sanggup peserta didik seperti pembelajaran daring pada pembelajaran jarak jauh.
Opini: Refleksi dan Harapan Pendidikan di Tengah Pandemi COVID-19 (138687)
ads.
Dengan semangat Hari Pendidikan Nasional di tahun 2020 sekalipun kita sedang dihadapkan pada musibah pandemi COVID-19 yang menimpa belahan negara, haruslah tetap menjiwai benak setiap perangkat pendidikan sehingga upaya mencerdaskan anak bangsa dapat berjalan seperti yang dicita-citakan bersama sama. Kemudian harapan besar terhadap anak-anak Indonesia di masa depan adalah menjadi gayung bangsa untuk mengarungi pulau kehidupan. Kemudian anak bangsa menjadi generasi penerus Indonesia yang lebih baik dan berkarya. Karena itulah, masa depan anak bangsa tidak ada yang tahu. Masih menjadi sebuah rahasia dan teka teki kehidupan akan tetapi cerminan dalam aktivitas keseharian yang dilakukan masa kini, akan menjadi tangga menuju puncak masa depan itu sendiri
ADVERTISEMENT
Selamat Hari Pendidikan Nasional 2020. Semoga pendidikan bukan sekedar memberikan jantung ilmu pengetahuan, melainkan juga akan mengasah afeksi moral. Sehingga menghasilkan karya nyata bagi kepentingan kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.
Saya mengutip pernyataan Nelson Mandela kalau pendidikan merupakan senjata paling ampuh yang dapat digunakan untuk mengubah dunia. Saya juga teringat pendapat Malcolm X, bahwa pendidikan merupakan paspor untuk masa depan, karenanya hari esok merupakan milik orang-orang yang mempersiapkan diri pada hari ini.(ads)
Oleh: Suryadi - Komisi D DPRD Kota Malang; Sekretaris Fraksi Golkar, Nasdem, PSI; dan seorang Legislator Muda penuh harapan DPRD Kota Malang.