Konten Media Partner

Pabrik Mak Cao, Cincau Rumahan Favorit Warga Malang Sejak 1986

Tugu Malangverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Salah seorang pekerja sedang membuat Cao di pabrik rumahan Mak Cao, Jalan Zainal Zakse, Kota Malang.(foto Rezza Do'a/Tugu Malang).
zoom-in-whitePerbesar
Salah seorang pekerja sedang membuat Cao di pabrik rumahan Mak Cao, Jalan Zainal Zakse, Kota Malang.(foto Rezza Do'a/Tugu Malang).

TUGUMALANG.ID- Cao atau yang umum dikenal dengan sebutan cincau, merupakan salah satu makanan yang paling digemari oleh warga Malang saat Ramadan tiba. Teksturnya yang kenyal dan lembut, seketika lumer ketika masuk ke dalam mulut. Terlebih jika dicampur dengan es dan buah-buahan, serta sirup manis, semakin nikmat.

Di Malang, ada pabrik rumahan Cao legendaris yang berdiri sejak 1986 yakni Mak Cao. Berada di tengah-tengah permukiman padat penduduk, Jalan Zainal Zakse Gang 1, Kebalen, Kota Malang, kini pabrik Mak Cao mempunyai lima karyawan. Saban hari, pabrik Cao ini bisa menghasilkan 200 blek atau kaleng berukuran besar.

Di bulan Ramadan, permintaan Cao dirumah industri Mak Cao mengalami peningkatan yang cukup drastis.

"Kalau biasanya membuat 200 blek (kaleng) setiap harinya, puasa gini meningkat jadi 600 blek (kaleng)," kata Hariati, pemilik pabrik Mak Cao, Jumat (24/5).

Di kaleng-kaleng inilah, Cao diproduksi.(foto: Rezza Do'a/Tugu Malang).

Hariati bersama dengan pegawainya bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan tetap mempertahankan rasa dan kualitas. Meskipun jumlah permintaan bertambah, rasa Cao yang dihasilkan oleh pabrik Mak Cao tidak berkurang.

"Kan biasanya kalau permintaan banyak rasanya berkurang, kalau kita tetap karena kita menjaga kepercayaan konsumen yang sudah lama," imbuhnya.

Cao buatannya kini sudah menguasai pasaran di Malang Raya.

"Semua pasar tradisional yang besar di Malang Raya ini semuanya dari sini ngambilnya, Pasar Kebalen, Pasar Besar, Pasar blimbing, Pasar Bunul, pokoknya semuanya dari sini," terangnya.

Penampakan Cao dari pabrik rumahan Mak Cao.(foto: Rezza Do'a/Tugu Malang).

Kebutuhan konsumen yang tinggi di bulan Ramadan, turut meningkatkan omzet pabrik Mak Cao. Apabila biasanya dalam sebulan pabrik Mak Cao meraup omzet Rp 6 juta, selama bulan Ramadan bisa memperoleh keuntungan hingga Rp 18 juta.

Pembuatan Cao ini perlu memakan waktu sekitar 6 jam dengan melalui beberapa proses. Satu kaleng Cao seberat 25 kilogram, dibandrol dengan harga Rp 30 ribu.

Ilustrasi sajian cincau hijau Foto: dok.shutterstock

"Dari kami menjual dengan harga segitu, nanti dipasaran dijual lagi dengan harga berbeda, nanti ada yang mereka jual dengan diiris satu kotak harganya Rp 3.000 atau dijual per kaleng," ucap Hariati.

Setiap bulan Ramadan seperti ini dia mampu meraup keuntungan puluhan juta.

Penampakan Cao dari pabrik rumahan Mak Cao.(foto: Rezza Do'a/Tugu Malang).

Bahan pembuatan Cao tidak hanya didapatkan dari Malang. Sebagian didatangkan dari Ponorogo.

"Daunya ini dari Ponorogo belinya datangnya setiap 2 bulan sekali, tapi yang lainnya beli di Malang. Kalau daun Cao sulit kalau di Malang," Paparnya.

Arma, salah seorang pelanggan, mengatakan dirinya sudah lama berlangganan Mak Cao.

"Teksturnya bagus di sini, dan tidak bau, makanya saya berlangganan,” kata Arma.

Reporter : Rezza Doa Lathanza

Editor : Irham Thoriq