Pameran Batik, Uji Peruntungan di Tengah Pandemi

MALANG- Sempat terpuruk, para pengrajin batik di Kota Malang ini mencoba peruntungan dengan menggelar pameran batik berjudul Tengah Pandemi Menyemai Karya Adiluhung Batik Kucecwara.

"Ini merupakan pameran batik dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional," ungkap ketua panitia pelaksana, Maria Karmela (40). Selain itu, ia berharap event ini bisa membawa keberuntungan bagi para pengrajin batik di tengah pandemi COVID-19 yang masih terus menghantui para pelaku usaha.
"Kami juga ingin di sini bisa mendapatkan motif batik Malang yang memang benar-benar bisa menjadi ciri khas Malang, lewat quisioner yang kami bagikan," jelasnya.
Event yang digelar terbuka di Hall DPRD Kota Malang ini dilaksanakan sepekan sejak Sabtu, (3/10) lalu diisi 30 stand yang turut memeriahkan. Terdiri dari pelaku UMKM hingga paguyuban batik se-Malang Raya. Secara keseluruhan yang dipamerkan sekaligus dijual adalah 80 persen produk batik. Sedangkan sisanya, 20 persen pernak pernik pendukung.
Sejauh ini, peran pemerintah Kota Malang dirasa sudak cukup baik untuk mendorong pertumbuhan pengrajin batik. Melalui pelatihan hingga pemasaran. Sayangnya, kata Maria, Kota Malang harus lebih bekerja keras dalam mengkonsep motif batik sebagai representatif Kota Malang. "Kalau di Madura orang akan langsung tahu oh itu batik dari Madura, oh itu batik dari Pekalongan. Sementara kalau di sini banyak motif batik dari wilayah-wilayah. Yang kami harapkan, jika ada warga Malang atau luar Malang bisa langsung tahu oh ini batik Malang," tandasnya
Sementara itu, salah satu peserta stand batik, Kusniati, 42 merasa senang karena mendapatkan promosi langsung melalui event ini. Ia juga mengatakan agar bisa melestarikan motif batik Kota Malang, salah satu caranya ialah dengan mengangkat motif batik ke instansi pemerintahan.
"Harapan kami motif batik Malang tidak hanya di pasarkan melalui berbagai kegiatan, namun juga bisa dengan para pegawai Pemkot atau dinas. Misalnya mereka bosa memakai motif batik dari industri rumahan yang butuh diangkat sebagai salah satu seragam di moment-moment tertentu, sehingga peluang untuk lebih banyak dikenal luas lebih besar lagi," kata pelaku UMKM asal Bunulrejo ini.
