Pandemi, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Rugi Rp 142 Miliar

MALANG - Pandemi COVID-19 membuat Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tutup sejak akhir bulan Maret 2020. Penutupan ini membuat pihak TNBTS merugi hingga Rp 142,25 miliar.
Ketua Balai Besar TNBTS, John Kenedie, menjelaskan dalam satu tahun pendapatan TNBTS bisa mencapai Rp 596 miliar. Angka itu merupakan perhitungan pihak TNBTS dengan Universitas Brawijaya (UB) pada tahun 2019.
Artinya, jika TNBTS tutup selama 3 bulan, kerugian yang ditaksir mencapai Rp 142,24 miliar.
"Kalau dari masyarakat sekitar mulai dari homestay, hotel, persewaan kuda, persewaan mobil jeep dan lainnya itu berdasarkan perhitungan kita dengan UB sekitar 596 miliar per tahun," ungkap John, saat ditemui tugumalang.id, di Kantor Balai Besar TNBTS, pada Jumat (3/7/2020).
"Kalau masyarakat Tengger sendiri sekarang bertani. Tapi pengusaha lain seperti jeep, hotel dan kuda ini mulai berdampak sekali," papar John.
Sementara itu, John mengaku jika pihak konservasi tidak terlalu merugi. "Kalau dari kita dulu tahun 2019 sekitar Rp 24 miliar selama setahun. Tahun ini belum saya lihat," paparnya.
Terakhir, John mengatakan jika pihak TNBTS kini menargetkan pendapatan Rp 16 miliar. "Target pendapatan tahun ini Rp 16 miliar, tapi peluangnya tipis sekali. Tapi tetap kita usahakan lah," ujarnya.
