Konten Media Partner

Pantau Persiapan Natal, Wali Kota Malang Pastikan Protokol Kesehatan

Tugu Malangverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sutiaji (kiri). Foto: Humas Pemkot Malang
zoom-in-whitePerbesar
Sutiaji (kiri). Foto: Humas Pemkot Malang

MALANG - Perayaan Natal tahun ini akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab, COVID-19 memaksa semua kegiatan harus dilakukan dengan pembatasan. Termasuk, pelaksanaan ibadah di setiap gereja disesuaikan dengan protokol kesehatan.

Menurut Wali Kota Malang Sutiaji, mayoritas gereja di Kota Malang telah memenuhi standar tersebut. Mulai dari adanya tempat cuci tangan dan sabun, hand sanitizer, pengukur suhu, hingga kuota jemaat saat pelaksanaan ibadah yang hadir secara tatap muka dibatasi maksimal 190 orang saja. Selebihnya, diperkenankan mengikuti live streaming secara daring.

"Pada prinsipnya, pengelola gereja patuh dan taat dengan Surat Edaran yang kita berikan. Kalau tempatnya kapasitas lebih dari 1.000 maksimal kita batasi 190 orang saja. Kalau tempatnya kecil, dibatasi hitungan presentasi 20 persen maksimal," katanya, saat meninjau kesiapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 di area tempat ibadah dan persiapan Pos Pengamanan, bersama Forkopimda, pada Selasa (22/12/120).

Protokol kesehatan di gereja. Foto: Humas Pemkot Malang

Tak hanya itu, penjagaan juga disediakan di tiap pintu masuk. Sehingga saat jemaat tidak memenuhi standar protokol kesehatan, dilarang masuk ke area ibadah.

Salah satunya di Gereja Katedral Ijen yang menerapkan sistem barcode. Dimana yang tidak terdaftar di sistem barcode tidak diperkenankan mengikuti secara tatap muka.

Selain pencegahan COVID-19, lanjut Sutiaji, peninjauan ini juga berkaitan dengan pengamanan tindak kriminalitas. Karenanya, dia menekankan kepada semua pengelola ibadah untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Kehadiran kami di sini, meyakinkan dan memberikan jaminan kepada jemaat bahwa kami sepenuhnya total akan menjaga kemanan bagi para jemaat yang lagi melaksanakan ibadah," ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, menambahkan jika pengamanan jelang Nataru nantinya berkaitan dengan adanya tindak aksi terorisme. Karenanya, pihaknya memastikan jika setiap petugas akan ditempatkan untuk menjaga area ibadah. Khsusunya sejak dari area pintu masuk.

"Nanti yang gereja besar kita siapkan check door. Anggota nanti yang di pintu-pintu itu disiapkan juga security metal detector. Gereja yang umatnya banyak ini maksimal 190, kendaraan kita siapkan seperti pengecekan deteksi keamanan," ujarnya.