Konten Media Partner

Pasar Kepanjen Kabupaten Malang Belum Terapkan Protokol Kesehatan

Tugu Malangverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Pasar Kepanjen saat PSBB. Foto: Rizal Adhi.
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Pasar Kepanjen saat PSBB. Foto: Rizal Adhi.

MALANG - Di tengah Pandemi COVID-19 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus mata rantai penyebaran virus asal Wuhan, China ini.

Namun, terpantau di Pasar Kepanjen, Kabupaten Malang, para pengunjung masih banyak yang tidak mengindahkan protokol kesehatan maupun physical distancing.

Banyak pengunjung pasar dan pedagang tidak memakai masker dan berdesak-desakan di sepanjang jalan Pasar Kepanjen.

Para pedagang pun belum menerapkan ganjil genap di kiosnya, sehingga kepadatan begitu nampak mulai dari pintu masuk pasar. Padahal, penanda ganjil genap sudah dipasang di tiap kios.

"Ganjil genap itu dipasang baru kemarin, jadi belum sempat diterapkan masih butuh persiapan," terang pedagang kerupuk, Haji Sadeli, pada Rabu (20/5/2020).

Ads.

Sadeli mengatakan, jumlah pengunjung pasar dari sebelumnya tidak ada penurunan signifikan. "Kalau penurunan tidak ada. Tapi kalau dibandingkan lebaran tahun lalu ada penurunan sedikit," imbuhnya.

Sadeli sendiri mengaku takut jika tertular virus Corona, tapi dia yakin jika menerapkan protokol kesehatan, dirinya akan aman. "Kalau pakai masker beginikan aman," ucapnya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung pasar, Sofiah, mengaku harus membeli baju lebaran untuk anaknya. Oleh sebab itu, dia harus pergi ke pasar. "Mau bagaimana lagi. Sebentar lagi mau lebaran dan anak butuh baju baru," kelitnya.

Sofiah mengaku, sebenarnya khawatir dengan adanya virus Corona, tapi karena ini kebutuhan setahun sekali, maka dia nekat masuk pasar. "Ini kan cuma setahun sekali. Habis itu bakal jarang ke pasar lagi," belanya.

***

*kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!