News
·
14 November 2020 12:15

Pemkab Malang Masuk 45 Besar Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik

Konten ini diproduksi oleh Tugu Malang
Pemkab Malang Masuk 45 Besar Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (52140)
Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik. Foto: Humas Pemkab Malang
MALANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang kembali menorehkan tinta emas di kancah Jawa Timur. Kini, Pemkab Malang menembus Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Bidang Kesehatan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
Pemkab Malang dinilai mampu mewujudkan Kampung Cerdik Sehat Jantung melalui SmartHealth Sijaritung di Kabupaten Malang.
"Penghargaan ini tentu bentuk apresiasi Gubernur Jawa Timur atas hasil dedikasi dan kerja keras seluruhnya yang ada dijajaran Pemerintah Kabupaten Malang dalam upaya menciptakan inovasi yang bertujuan mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat," ujar PJS Bupati Malang, Sjaichul Ghulam, saat menerima penghargaan, di Hotel Singhasari Hotel and Resort, pada Jumat malam (13/11/2020).
Pemkab Malang Masuk 45 Besar Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (52141)
Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik. Foto: Humas Pemkab Malang
Inovasi ini sendiri disusun lantaran masih tingginya kasus maupun angka kematian akibat penyakit jantung di Kabupaten Malang, sehingga kemudian memberi perhatian khusus terhadap penyakit ini.
"Program SmartHealth ini adalah program pengembangan aplikasi untuk deteksi dini bagi kelompok usia resiko penyakit jantung. Khususnya, ditujukan kepada kelompok usia 40 tahun ke atas," terangnya.
ADVERTISEMENT
Aplikasi SmartHealth yang ter-instal akan menyediakan beberapa pertanyaan yang ditujukan kepada masyarakat atau warga yang berusia 40 tahun ke atas.
Pemkab Malang Masuk 45 Besar Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (52142)
Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik. Foto: Humas Pemkab Malang
"Jawaban dari pertanyaan itu kemudian akan secara otomatis terkoneksi dengan aplikasi e-Puskesmas dan Public Safety Center (PSC) 119, tentang program kegawat daruratan yang sebelumnya sudah dilaunching akhir tahun 2019 lalu," tuturnya.
Selanjutnya, Ghulam menjelaskan, jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dianalisa oleh tenaga kesehatan.
"Masyarakat yang 40 tahun ke atas tadi kemudian dikelompokkan kepada masyarakat yang tidak beresiko penyakit jantung, resiko jantung rendah, resiko jantung sedang, dan resiko jantung tinggi," pungkasnya.(ads)