Pemkab Malang Usul Pintu Masuk Wisata Bromo dari Pakis

MALANG – Destinasi wisata di Kabupaten Malang menjadi salah satu pilihan wisatawan nasional bahkan mancanegara. Salah satunya Gunung Bromo. Akses menuju kawasan wisata tersebut akan terus dipermak. Termasuk usulan Pemkab Malang, membuat pintu gerbang dan rest area menuju Bromo di Kecamatan Pakis.
Untuk diketahui, Pakis merupakan kecamatan yang berbatasan dengan Kota Malang. Bandara Abdulrachman Saleh juga berada di Pakis. Dekat dengan Terminal Arjosari, dan juga Stasiun Malang Kota Baru.
Rencana Pemkab Malang membangun pintu gerbang masuk kawasan Bromo di Pakis, disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara, saat pemaparan Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Malang tahun 2020-2025 di pendopo, rabu (10/8). Pemaparan terkait pembangun pariwisata tersebut juga disampaikan Konsultan Pariwisata Ir Ary Basuki Albertus. Dalam pemaparan tersebut, Bromo-Tengger-Semeru masuk dalam list destinasi pariwisata Kabupaten Malang.
“Bromo sudah jadi destinasi nasional. Tidak hanya jadi perhatian kami Kabupaten Malang, tapi juga menjadi perhatian Gubernur Jawa Timur,” kata Made.
Promosi Bromo kata Made, juga dilakukan pemerintah pusat. Tentu karena wisatawan mancanegara juga selalu datang ke Bromo. Bahkan, sejumlah stakeholder di kementerian juga ikut mempopulerkan Bromo. Termasuk kata Made, Kementerian PUPR yang melakukan pelebaran jalan ke area wisata Bromo.
Selama ini, wisatawan masuk ke Bromo lewat Malang, Pasuruan, dan Probolinggo. Di Malang sendiri, akses menuju Bromo cukup baik dan menyajikan pemandangan yang indah. Yaitu di kawasan Ngadas dan Gubugklakah di Kecamatan Poncokusumo. Namun, banyak agen atau biro perjalanan dan wisata yang berkantor di Malang. Sehingga banyak wisatawan yang datang ke Bromo melalui Malang. Maka perlu menurutnya membangun pintu gerbang dan rest area penanda masuk kawasan Bromo.
“Kami sudah usulkan ke Kementerian PUPR untuk pintu gerbang ada di perbatasan Malang yaitu di Pakis. Harapan kami di depan Mendit,” kata doktor lulusan Universitas Merdeka Malang itu.
Usulan itu dia sampaikan dalam rapat dengan kementerian terkait, sekitar 3 bulan lalu. Pembangunan pintu gerbang dan rest area kata Made, memakan dana APBN. Pintu gerbang yang dimaksud yaitu semacam gapura besar bertuliskan “Masuk Kawasan Bromo Tengger Semeru”.
“Jadi rest area juga agar wisatawan bisa istirahat saat mau masuk, atau keluar dari Bromo,” pungkasnya.
Editor: Fajrus Sidiq
