kumparan
4 Agu 2019 14:32 WIB

Pendiri Malang Post, Husnun N Djuraid, Wafat di Usia 60 Tahun

Almarhum Husnun N Djuraid wafat di usia 60 tahun, meninggalkan banyak kenangan. (Foto: Istimewa) 
TUGUMALANG.ID - Inalillahi Wainailaihi Roji'un. Inalillahi Wainailaihi Rojiun. Inalillahi Wainailaihi Rojiun. Minggu pagi (4/8/2019), kabar duka menyelimuti keluarga besar Malang Post. Suasana duka juga dirasakan insan pers Malang, serta jajaran pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang.
ADVERTISEMENT
Salah satu anggota mereka, Husnun N Djuraid, telah berpulang ke Yang Maha Kuasa. Pendiri Malang Post, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua KONI Kota Malang itu mengembuskan napas terakhirnya di IGD Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya.
Sebelum mendapat perawatan medis, Husnun diketahui sempat mengikuti event Samsung Surabaya Marathon 2019 10 K.
"Ya, kayaknya ada sedikit serangan jantung. Memang hobi olahraga beliau. Sekarang, semua anggota keluarga sedang menunggu kedatangan almarhum dari Surabaya," ujar Direktur Utama Malang Post, Juniarno Djoko Purwanto, di rumah duka, Jalan Digul nomor 2 Perum Srikandi, Kecamatan Blimbing Kota Malang.
Beberapa hari sebelumnya, tepatnya 1 Agustus 2019, Husnun masih sempat mengikuti rangkaian perayaan ulang tahun Malang Post ke-21. Mendiang Husnun diketahui meninggalkan 4 orang anak. 
Sejumlah ucapan belasungkawa terlihat di rumah duka. (Foto: Rezza Doa L - Tugumalang.id) 
Dikenal Sebagai Sosok yang Mengayomi
ADVERTISEMENT
Bagi sebagian jurnalis di Malang raya, khususnya di Malang Post, Husnun N Djuraid adalah seorang guru. Sosoknya dikenal sangat mengayomi. Ia tak segan membagi pengalaman dan pengetahuan dengan siapapun. "Bagi saya, beliau adalah guru, karena ketika saya masuk MP (Malang Post), beliau masih menjadi Pemred (Pemimpin Redaksi)-nya," ucap Redaktur Pelaksana Malang Post, Bagus Ary.
Banyak cerita yang kini bakal menjadi kenangan bagian seluruh karyawan Malang Post. "Tulisan pertama saya yang tampil di koran yang mengedit adalah beliau. Almarhum memang sangat akrab dan tak berjarak dengan juniornya," imbuh Bagus.
Duka mendalam juga turut dirasakan Amanda Egatya, salah satu wartawan Malang Post. "Pak Nun (sapaan akrab Husnun N Djuraid) itu pinter banget dan benar-benar mengayomi. Kalau mengajari enggak pernah pakek emosi, tapi bikin anak buahnya semua cepat mengerti," ujar Amanda.
ADVERTISEMENT
Amanda mengaku pernah mendapatkan hadiah buku dari Husnun. Momen itu menjadi salah satu kenangan yang sulit dilupakannya. "Jadi waktu itu beliau ngasi kelas soal jurnalistik features, terus beliau kasih tantangan buat semua wartawan, yang tulisannya paling bagus dapat reward. Dan aku menang dapat hadiah buku dari beliau," pungkasnya.
Reporter: Rezza Doa Lathanza Editor: Irham Thoriq Foto: Rezza Doa Lathanza
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·