Pengusaha Keripik Asal Malang Sebut COVID-19 Bawa Berkah

MALANG - Meskipun kerap dianggap musibah oleh banyak orang, rupanya COVID-19 tidak dipandang sebagai hal negatif oleh Pemilik Keripik Lumba-lumba, Sucipto.
Pemilik usaha yang beralamat di Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang ini menganggap, COVID-19 adalah berkah bagi 130 karyawan keripik Lumba-lumba.
"Bisa dianggap berkah oleh karyawan, karena dari perusahaan di awal COVID-19 dikasih sembako. Lalu awal puasa dan mau hari raya itu," ungkap pria yang akrab disapa Cipto ini, di kediamannya, pada Senin (15/6/2020).
"Biasanya kan cuma kalau mau hari raya, tapi sekarang sebelum puasa sudah dikasih," terang Cipto.
Dia juga mengatakan, kini jam kerja karyawannya dikurangi. "Kalau dulu karyawan (bekerja) sampai sore, sekarang Dhuhur sudah selesai," jelas Cipto.
Soal Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Cipto bersyukur tidak sampai melakukannya. "Alhamdulillah karyawan tidak ada yang dirumahkan. Semua berjalan seperti biasa. Hanya produksi menurun sedikit," sambungnya.
Pengusaha yang pernah berduel dengan Rendra Kresna sebagai calon Bupati ini mengungkapkan, memang ada penurunan penjualan akibat COVID-19 ini.
"Tapi (penurunan penjualan) tidak begitu berarti karena pemasaran disinikan juga melayani mini market," beber Cipto.
Terakhir, Cipto mengatakan jika bahan (singkong) pembuatan keripiknya justru melimpah saat COVID-19.
"Karena (perusahaan keripik) yang lain banyak yang libur. Biasanya perusahaan lain produksi banyak. Sekarang sedikit-sedikit semua. Akhirnya (bahan singkong) melimpah," pungkasnya.
