News
·
20 Desember 2020 17:12

Perangi Pemecah Belah Bangsa, Aliansi Aman Safari Pancasila ke Malang

Konten ini diproduksi oleh Tugu Malang
Perangi Pemecah Belah Bangsa, Aliansi Aman Safari Pancasila ke Malang (122780)
Safari Pancasila. Foto: Ben
MALANG - Di satu sisi, Revolusi Industri 4.0 punya wajah gelap. Satu diantaranya adalah keruhnya lalu lalang informasi yang beredar di lini massa media sosial. Khususnya menyinggung isu sensitif yakni SARA. Penciptanya adalah buzzer, yang berorientasi untuk memecah belah persatuan bangsa, entah untuk kepentingan pribadi maupun politis.
ADVERTISEMENT
Begitu kiranya, pengantar singkat Safari Pancasila yang digelar Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Nasional (AMAN) Indonesia di Malang, pada Minggu (20/12/2020).
Menggelar dialog lintas agama bertema Pancasila Sebagai Tenda Persatuan Bangsa, kegiatan ini menghadirkan tokoh-tokoh lintas agama di Malang Raya. Sebut saja Drs Nurbani Yusuf selaku Ketua MUI Kota Batu (tokoh Islam), IGN Susanta selaku Pemangku Pura Luhur Dwiwarsa Malang (tokoh Hindu), Bhante Tejapunno selaku Wakil Ketua Bikkhu Pembinaan Jatim (tokoh Budha), Engelbertus Kukuh Widijatmoko selaku Ketua Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Malang (tokoh Katolik), hingga Andik Heru Darpito selaku Presidium MLKI Kota Malang (tokoh Penghayat Kepercayaan).
Koordinator AMAN Indonesia, Ginka FBR Ginting, menuturkan Safari Pancasila di sejumlah daerah ini penting untuk terus digaungkan, seiring falsafah dasar negara Pancasila yang terus digerus isu-isu perpecahan bangsa.
ADVERTISEMENT
"Kami fokus menyadarkan, khususnya anak muda dengan dibantu tokoh-tokoh lintas agama di Malang. Safari Pancasila ini penting agar mereka tidak ikut larut dalam arus informasi yang memanfaatkan politik identitas dan agama,'' kata dia.
Menurut Ginka, arus informasi yang tidak valid kebenarannya seringkali berdampak besar pada kehidupan masyarakat di bawah. Yang sebetulnya sudah hidup berdampingan dalam keberagaman dan baik-baik saja.
''Ada namanya saring sebelum sharing. Perbanyak dialog lintas agama. Itu yang ingin kita bangun melalui Safari Pancasila ini. Nantinya, Safari Pancasila ini akan diteruskan di berbagai titik daerah lain. Karena kami bertekad untukk memerangi upaya provokasi pemecah belah persatuan,'' ujarnya.
Hal senada juga dikatakan Ketua Cabang AMAN Malang, Aziz Pranata, bahwa melalui dialog lintas agama, gerakan radikalisme bisa diantisipasi sejak dini, dan semangat toleransi terus bertumbuh.
ADVERTISEMENT
Ruang-ruang diskusi, menurut dia, harus tumbuh menjamur dan diperluas. "Maka dari itu perlu adanya sering duduk bersama kembali merekatkan persatuan, menebar hidup kedamaian, bukan perpecahan. Sejatinya, cermin toleransi antar umat beragama itu ya bisa duduk bareng dan sudah terjadi sejak dulu. Tidak sepeti yang keliatan di medsos selama ini,'' tuturnya.
Atas kondisi yang sudah hampir carut-marut ini, dia berharap, pemerintah hadir menjadi penengah dalam kehidupan toleransi umat beragama dan bernegara.
"Jika perlu, harus ada diberikan ruang kepada anak bangsa penganut agama minoritas, yang diakui di Indonesia, untuk mengisi pos-pos strategis pada pemerintahan, baik pusat dan daerah,'' pungkasnya.
Sementara itu, salah satu perwakilan tokoh lintas agama Malang Raya, Drs Nurbani Yusuf, berpesan pada dasarnya, agama memang adalah tuntunan manusia untuk berbuat baik. Namun jangan lupa, di satu sisi, agama terkadang juga membawa watak yang destruktif.
ADVERTISEMENT
Saat ini, pihaknya bersama tokoh lintas agama lain di Malang, terus berupaya memerangi watak-watak intoleran dari para buzzer tersebut.
Kata dia, mereka itu bukan siapa-siapa, tapi berteriak lantang soal kondisi agama yang kacau balau. "Padahal kita disini semua hidup harmonis, tentram aman, dan damai-damai saja. Berbeda namun saling hormat. Makanya kalau terus mencari perbedaan gak akan ketemu-ketemu. Namun yang dicari harusnya adalah titik temu,'' pungkasnya, diamini semua tokoh lintas agama dan audiens yang hadir.