Polinema Jembatani UMKM dengan Berbagai Unsur Pemerintahan

Konten Media Partner
5 Agustus 2022 16:09
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Direktur Polinema, Supriatna Adhisuwignjo ST MT (dua dari kanan). Foto: dok Polinema
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Polinema, Supriatna Adhisuwignjo ST MT (dua dari kanan). Foto: dok Polinema
ADVERTISEMENT
MALANG - Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar Forum Group Discussion (FGD) Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) di Ruang Rapim Polinema, pada Kamis (4/8/2022).
ADVERTISEMENT
FGD itu dalam rangka mengoptimalkan peran pemangku kepentingan sekaligus menguatkan sektor UMKM serta memperkuat kolaborasi antar lembaga.
Direktur Polinema, Supriatna Adhisuwignjo ST MT mengatakan bahwa sebagai salah satu penyelenggara pendidikan tinggi vokasi, Polinema berkomitmen untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat berkiprah dalam pembangunan. Hal ini juga sejalan dengan tri dharma perguruan tinggi.
FGD Pemberdayaan UMKM oleh Polinema dengan Pemerintah Kota Malang. Foto: dok Polinema
zoom-in-whitePerbesar
FGD Pemberdayaan UMKM oleh Polinema dengan Pemerintah Kota Malang. Foto: dok Polinema
“Dengan tri dharma perguruan tinggi yang diemban, di bidang pendidikan, Polinema menyelenggarakan pendidikan terapan untuk menyiapkan tenaga terampil dan kompeten yang diharapkan bisa memberikan warna bagi program pembangunan di Indonesia,” ujarnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Terlebih, kata dia, Polinema juga mengemban amanah untuk menjalankan penelitian dan pengabdian masyarakat. Penelitian harus dilatarbelakangi oleh masalah yang dihadapi oleh masyarakat. “Penelitian yang dihasilkan agar bisa dilakukan hilirisasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan industri,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
FGD Pemberdayaan UMKM ini dihadiri oleh Pembantu Direktur IV Polinema, Staf Ahli Bidang Kerja Sama Polinema, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Kota Malang, Kepala KPPN Malang, Kepala KPKNL Malang, Bea Cukai Malang, Kadin Kota Malang, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang, BPTP, Apdesi, RPRM, para kepala desa binaan Polinema, hingga beberapa dosen Polinema.
Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Kota Malang, Muhammad Syailendra (kiri). Foto: dok Polinema
zoom-in-whitePerbesar
Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Kota Malang, Muhammad Syailendra (kiri). Foto: dok Polinema
Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Kota Malang, Muhammad Sailendra ST MM mengatakan bahwa isu yang perlu dicermati saat ini di Kota Malang adalah isu pengangguran terbuka.
Sebab itu, peluang dan tantangannya adalah bagaimana membangun wirausaha atau UMKM untuk bisa berusaha sendiri menjadi sektor informal atau formal yang dapat menampung tenaga kerja.
“Kolaborasi sangat diperlukan. Polinema mencetak sarjana terapan yang siap pakai. Tinggal kita memperkuat link and match antara Polinema dengan industri. Produk Polinema tidak hanya SDM tapi juga ada teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan UMKM,” ucapnya.(ads)
ADVERTISEMENT