News
·
6 September 2020 15:31

Pria 57 Tahun Tewas Mendadak di Rusunawa Buring II Malang

Konten ini diproduksi oleh Tugu Malang
Pria 57 Tahun Tewas Mendadak di Rusunawa Buring II Malang (22846)
Proses evakuasi jenazah oleh petugas Polsek Kedungkandang, di Rusunawa Buring II, pada Sabtu malam (5/9/2020). Foto: Istimewa
MALANG - Warga Rusunawa Buring II di Jalan Citra Garden Kelurahan Buring, Kota Malang dikejutkan kematian mendadak salah seorang penghuninya. Diketahui korban bernama S B Mashudi (57) warga asal Jalan Sudanco Supriyadi, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
ADVERTISEMENT
Diungkapkan Kapolsek Kedungkandang, Kompol Yusuf Suryadi, informasi dari masyarakat terkait temuan jenazah ini dilaporkan sekitar pukul 16.20 WIB, Sabtu kemarin (5/9/2020).
Usai mendapat laporan, petugas langsung menindaklanjuti untuk evakuasi.
Pria 57 Tahun Tewas Mendadak di Rusunawa Buring II Malang (22847)
Proses evakuasi jenazah oleh petugas Polsek Kedungkandang, di Rusunawa Buring II, pada Sabtu malam (5/9/2020). Foto: Istimewa
Awalnya, para saksi yang merupakan tetangga rusun korban mencium bau busuk menyengat. Saat ditelusuri, ternyata bau muncul dari dalam kamar korban yang persisnya ada di Lantai 4 Blok D2 yang saat itu dalam keadaan terkunci.
''Hingga kemudian saat dibuka paksa benar didapati jenazah korban sudah membusuk dalam keadaan telentang menggunakan sarung. Kondisi kulitnya menghitam dan bengkak. Perkiraan waktu kematian belum diketahui karena tidak ada otopsi,'' terangnya Yusuf, pada Minggu (6/9/2020).
Kuat dugaan, pria ini meninggal akibat riwayat sakit yang dideritanya.
ADVERTISEMENT
Keterangan yang didapat dari istri korban, bahwa pada Rabu (2/9/2020), korban sudah dibujuk untuk periksa ke RS namun tidak berkenan.
Tetangga rusun, tambah dia, menjumpai korban terakhir pada Senin (1/9/2020). Korban tengah membeli token listrik di kantor Rusunawa II Buring. Setelah itu, korban tidak diketahui ada keluar kamar rusunawa.
''Dikatakan, korban memiliki riwayat sakit diabet dan sering batuk. Informasinya, dia menghuni kamar di rusunawa ini seorang diri,'' tambahnya.
Usai kejadian, jenazah korban langsung dievakuasi menuju kamar jenazah RSSA sekitar pukul 18.40 WIB untuk dilakukan otopsi (luar maupun dalam) untuk mencari penyebab kematian korban. Namun pihak keluarga tidak berkenan.