Konten Media Partner

PSBB Batal, Warga Kabupaten Malang Senang

Tugu Malangverified-green

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bupati Malang, Sanusi. Foto: Rizal Adhi.
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Malang, Sanusi. Foto: Rizal Adhi.

MALANG - Keputusan penundaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Malang, mendapat sambutan positif oleh warga.

Salah satunya dari penjual bakso di daerah Ngajum, Jefri Hidayat. "Saya mendukung dibatalkannya PSBB, karena berdampak pada pendapatan saya nantinya. Sekarang saja sudah jauh turunnya sampai 70 persen," bebernya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Malang mengatakan akan mempercepat pembatalan PSBB jika memang warganya setuju.

"Jika dengan tidak adanya PSBB masyarakat tertib dan menjaga jarak, maka saya rasa PSBB tidak diperlukan," ucap Bupati Malang, Sanusi, usai pembagian Bansos di Kecamatan Ngajum, pada Kamis (7/4/02020).

Sanusi mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang masih memperhitungkan dampak dan manfaat dari PSBB. "PSBB itu tujuannya menghentikan pergeseran masyarakat. Dari suatu tempat ke tempat lain," jelasnya.

Politisi PDIP ini menegaskan, setiap langkah yang diambil Pemkab semata-mata untuk kebaikan masyarakat Kabupaten Malang. "Supaya mereka terselamatkan dari COVID-19 itu," tegas Sanusi.

Dia juga menegaskan, dirinya lebih berkonsentrasi dalam bidang medis untuk menangani virus Corona ini.

"Intinya terhadap penyelamatan pada masyarakat dari serangan COVID-19. Apabila nanti ada yang positif, akan langsung kita bawa ke RS Darurat di Rusunawa ASN," imbuh Sanusi.

Selain itu, Pemkab Malang juga aktif menekan angka pertumbuhan COVID-19 dengan membatasi warga luar kota yang mencoba masuk wilayah Kabupaten Malang.

"Jadi, saya sangat berterima kasih pada pak Kapolres dan pak Dandim dengan adanya posko Check Point di perbatasan Kabupaten Malang," tutup Sanusi.