News
·
16 November 2020 15:28

Puskesmas Polowijen di Malang Masuk Top 45 Inovasi Rumah Diapers Kovablik Jatim

Konten ini diproduksi oleh Tugu Malang
Puskesmas Polowijen di Malang Masuk Top 45 Inovasi Rumah Diapers Kovablik Jatim (160856)
Penghargaan Kovablik Jatim. Foto: Feni Yusnia
MALANG - Turut mengharumkan nama Kota Malang, Puskesmas Polowijen meraih Top 45 Inovasi Rumah Diapers Puskesmas Polowijen lewat Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KOVABLIK) Propinsi Jawa Timur (Jatim) tahun 2020.
ADVERTISEMENT
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Sri Winarni, menyebut inovasi Rumah Diapers sebagai upaya memberdayakan masyarakat untuk mengumpulkan, mengelola, mendaur ulang sampah, khususnya popok, sehingga membantu kebersihan lingkungan, termasuk sanitasi.
"Ini bisa memberikan kontribusi dan peluang ekonomi bagi masyarakat untuk meningkatkan kesehatan dari sisi pengolahan limbah sampah," katanya.
Sejauh ini, popok bekas balita dan lansia itu, disulap menjadi aneka karya. Antara lain vas bunga, tas, bross, pupuk, hingga pernak pernik lainnya.
Belum diperjualbelikan secara masif, berbagai produk tersebut masih dipromosikan sebagai buah tangan atau oleh-oleh saat ada kegiatan maupun pameran.
Ke depan, Winarni mengatakan, ada kemungkinan produk-produk tersebut dipasarkan melalui e-commerce.
"Lewat e-commerce ya bisa nanti diarahkan karena ketika jadi UMKM juga dibina oleh Dinas Kopindag. Ini memang harus terus menerus kita berikan akses kepada mereka supaya mau terus berkarya," sambung dia.
ADVERTISEMENT
Perlu diketahui, Kovablik merupakan kompetisi yang digelar sejak tahun 2016 sebagai upaya strategis pemerintah dalam memberikan pelayanan publik yang inovatif.
Sehingga, Wali Kota Malang, Sutiaji, berharap dengan adanya berbagai penghargaan tersebut, dapat memancing inovasi-inovasi lainnya. Sehingga masyarakat Kota Malang juga dapat mewujudkan gaya hidup sehat sekaligus kreatif.
"Untuk Puskesmas ini nanti ke depan semoga bisa naik lagi. Termasuk inovasi berkaitan dengan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) yang poinnya adalah kolaborasi antara masyarakat dengan kita (pemerintah)," tandasnya.(ads)