Sebelum Jalankan Order, Driver GOJEK Rutin Cek Kesehatan di Posko Aman J3K

MALANG - Penyedia layanan transportasi ojek online di Indonesia, GOJEK menghadirkan inovasi baru di masa pandemi COVID-19, Posko Aman J3K (Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan) namanya. Posko ini sendiri sebenarnya sudah digagas sejak 19 April 2020 lalu.
Posko Aman J3K merupakan semacam 'check point' kelengkapan protokol kesehatan (protkes) dan fasilitas skrining kesehatan para mitra, baik Goride maupun Gocar. Jadi, sebelum menjalankan order, mitra driver wajib datang ke posko untuk cek kesehatan berikut kelengkapan protokol kesehatannya.
Di sana, mitra driver menjalani serangkaian proses. Mulai dari disinfeksi kendaraan, pengecekan suhu tubuh, hingga cek kelengkapan APD mulai masker, hand sanitizer, hair cap dan alat penunjang kesehatan lainnya.
Keberadaan posko ini cukup penting sebagai bentuk adaptasi baru GOJEK dalam pelayanan konsumen di tengah pandemi. Dengan mitra driver yang sehat, turut menjadikan ekosistem di sekitarnya, khususnya konsumen turut sehat.
Operation Supervisor GOJEK Malang, Rayndo Prialmanda menuturkan standarisasi prosedur baru ini penting guna memastikan rekan mitra GOJEK dalam kondisi sehat, bersih dan aman. Dengan begitu, upaya bersama meminimalisir transmisi penularan COVID-19 bisa terus dikawal.
''Itu bentuk komitmen kita saat ini. Pengecekan suhu tubuh bagi mitra driver ini sifatnya wajib, minimal seminggu sekali. Mereka baru bisa online atau menjalankan order setelah dipastikan sehat, bersih dan aman setiap harinya,'' terangnya, Senin (25/10).
Di Kota Malang, lanjut Ray, Posko Aman J3K disebar di 5 titik strategis sehingga bisa dijangkau mitra driver sewaktu-waktu. Yakni di Kantor Gojek Malang Raya, Taman Krida Budaya, Masjid Sabilillah Blimbing, Bakso Nawak Singosari dan di SPBU Diponegoro Batu.
Inovasi ini dinilai menjadi langkah protektif yang tepat di mana ekonomi dan kesehatan di masa kelaziman baru ini harus berjalan beriringan. Seperti dikatakan salah satu mitra driver di Kota Malang, Hariyanto Jabrik (53).
Pria asal Muharto, Kota Malang ini tak memungkiri jika risiko tertular virus dalam profesi ini cukup tinggi. Namun, kata dia, 'asap dapur harus tetap ngebul'. Adanya Posko Aman J3K ini dinilainya sangat tepat sebagai bentuk perlindungan kepada mitra dalam bekerja yang berefek domino terhadap pelanggan.
''Awalnya ya takut, tapi ya di rumah ada keluarga yang harus diberi makan. Adanya posko ini sangat terbantu dari sisi proteksi saya sebagai driver. Kita sama-sama saling jaga,'' ungkap pria yang akrab disapa Jabrik ini.
Dalam menjalankan order-nya, dia berpedoman pada protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Saat ini, kata dia, kebanyakan penumpang sudah mulai saling menyadari dalam hal ini.
''Kadang mereka juga bawa hand sanitizer sendiri, bawa helm sendiri. Sebisa mungkin kami kurangi kontak fisik dengan penumpang dan juga rutin cuci tangan misal ada transaksi tunai,'' tandasnya.
GOJEK Lindungi Ekosistem Dari Hulu hingga Hilir
Penerapan protokol J3K menjadi wujud komitmen GOJEK dalam mendukung produktivitas seluruh pengguna ekosistemnya mulai dari pelanggan hingga mitra. Namun terlepas dari itu, kesehatan dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
Hal ini diungkapkan Regional Head Corporate Affairs GOJEK Wilayah Jatim & Bali Nusra, Alfianto Domy Aji, bahwa inisiatif ini merupakan bentuk GOJEK menjaga ekosistem mulai dari hulu hingga hilir. Kampanye J3K sendiri akan terus berlangsung hingga pandemi dipastikan berakhir.
Posko Aman J3K juga dihadirkan di lebih dari 200 titik di berbagai kota di Indonesia, termasuk di wilayah Jawa Timur dan Bali Nusra.
''Hingga saat ini, kami terus melakukan pelbagai upaya dalam memperkuat layanan guna terus memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi pelanggan dengan inisiatif J3K,'' jelasnya.
Selain Posko Aman, imbauan kepada driver untuk beristirahat cukup dan senantiasa patuh protokol kesehatan juga rutin dilakukan.
"Imbauan sehat, bersih dan aman selalu dilakukan secara berkala. Mulai dari menjaga kebersihan kendaraan, mengurangi kontak fisik (contactless delivery) hingga mengutamakan transaksi non tunai, dan lainnya,'' urainya.
Dommy menambahkan, segala informasi terkait kesehatan mitra driver juga bisa dilihat pelanggan di aplikasi masing-masing. Jadi sebelum order, pelanggan bisa memantaui nformasi suhu tubuh mitra driver dan status disinfeksi kendaraan yang akan digunakan.
"Jadi pelanggan bisa waspada dan tentukan sendiri sebelum naik. Fitur ini merupakan yang pertama di Indonesia dalam rangka memberikan perlindungan untuk keamanan bersama.
Dommy berharap, dari langkah proaktif ini dapat membantu seluruh lapisan masyarakat untuk beradaptasi dengan situasi saat ini. Pihaknya juga memastikan bahwa inisiatif J3K ini dihadirkan secara inklusif, yang memungkinkan pihak di luar ekosistem kami juga turut serta.
