Bisnis
·
3 Oktober 2020 14:34

Sejarah Batik Druju, Batik Nasional Kelas Internasional

Konten ini diproduksi oleh Tugu Malang

Awal Mula Munculnya Batik Druju

Sejarah Batik Druju, Batik Nasional Kelas Internasional (216889)
Batik Druju. Foto: Rizal Adhi
MALANG - Desa Druju di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, memiliki produsen batik dengan kualitas internasional.
ADVERTISEMENT
Dibalik desa yang jauh dari hingar bingar perkotaan ini, Desa Druju menyimpan segudang potensi luar biasa yang membuat desa ini sukses di kancah dunia.
Lalu, bagaimana awal mula munculnya Batik Druju?
Salah seorang pelaku Batik Druju, Antik Subagyo, bercerita jika awal mulanya terjadi pada tahun 1992. Dimana dirinya kesulitan mencari pembatik untuk desain pakaian yang dia rancang.
"Kalau dulu waktu masih ekspor saja kita mengambil tenaga dari luar kota, karena di Malang saat tahun 1992 belum banyak yang membatik," buka Antik, di butiknya, pada Sabtu (3/10/2020).
Karena di Malang hampir tidak ada pembatik, Antik akhirnya membawa desain pakaiannya ke Madura dan Tulungagung.
"Saya aja awalnya dulu membatikkan lari ke Madura dan Tulungagung yang memang masyarakatnya memang banyak yang membatik," kenang Pemilik Andis Batik ini.
ADVERTISEMENT
Lalu di tahun 1996, wanita asli Desa Druju ini berinisiatif membawa seorang pembatik asal Jawa Tengah untuk bekerja sekaligus mengajari para tetangganya.
"Akhirnya tahun 1996 saya mengambil tenaga dari Jawa Tengah untuk bekerja sekaligus mengajari warga Druju ini membatik," bebernya.
Menurut Antik, warga-warga lokal ini dilatih membatik khusus untuk melayani permintaan dalam negeri. "Tujuannya agar mereka itu memiliki aktivitas dan tambahan penghasilan untuk keluarganya masing-masing," paparnya.
"Akhirnya setelah dilatih, mereka lama-kelamaan bisa, itupun harus saya tes dulu," sambungnya.
Batik Druju sendiri tergolong unik. Motif-motifnya tidak terbatas pada motif tradisional saja.
"Kita motifnya kontemporer. Jadi apapun yang terlihat indah akan saya tuangkan. Sehingga tidak berpatokan pada motif ini dan itu, jadi terinspirasi dari alam," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Antik menuturkan, saat ini perkembangan batik di Indonesia sangat luar biasa dibandingkan dulu.
"Kalau di Indonesia itu perkembangan batik saat ini sangat-sangat berkembang. Karena saat ini setiap kota, kabupaten, kecamatan, bahkan desa pasti ada pembatik," ungkapnya.
"Terutama di Jawa Timur, setiap kota kabupaten semua pasti ada. Itupun tidak satu dua pembatik, tapi banyak pembatik," lanjutnya.
Oleh sebab itu, Antik tidak begitu setuju jika ada yang mengatakan kini batik semakin tergerus dan tidak memiliki regenerasi. "Sebenarnya tidak ada masalah dari segi regenerasi kalau ini terus dikembangkan," pungkasnya.