Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Malangkucecwara Kembali Gelar Tradisi Jeguran

Konten Media Partner
3 Agustus 2022 22:30 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical

Pesertanya Mahasiswa yang Lulus Sidang Skripsi

Keseruan jeguran di dalam kolam sarjana diikuti mahasiswa yang dinyatakan lulus dalam sidang akhir skripsi. Foto / Feni Yusnia
zoom-in-whitePerbesar
Keseruan jeguran di dalam kolam sarjana diikuti mahasiswa yang dinyatakan lulus dalam sidang akhir skripsi. Foto / Feni Yusnia
ADVERTISEMENT
MALANG - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara kembali melaksanakan tradisi Jeguran, Rabu (3/8/2022). Tradisi yang diikuti para mahasiswa yang lulus skripsi ini, sudah ada sejak tahun 1971 dan sempat ditiadakan lantaran pandemi COVID-19.
ADVERTISEMENT
Anggota panitia Dr Aminul Amin MM CPA mengatakan bahwa tradisi jeguran menjadi ciri khas STIE Malangkucecwara dan telah rutin dilaksanakan sejak pertama kali berdirinya kampus tersebut.
'Jeguran' merupakan istilah khas Malangan yang digunakan oleh STIE Malangkucecwara untuk tradisi menceburkan diri ke dalam Kolam Sarjana yang terletak di area kampus.
Mereka yang berhak mengikuti tradisi ini ialah yang telah melaksanakan serangkaian sidang skripsi dan dinyatakan lulus dan siap menyandang gelar sarjana.
"Mereka tentu sudah lulus karena nilai mata kuliahnya sudah lulus semua. Lalu mereka hari ini ujian kompre dan lulus. Istilahnya, yudisumnya ya ini," ujarnya.
Menurut Aminul Amin, tradisi ini terus di pertahankan sebagai momentum agar para lulusan memiliki memori yang kuat saat berada di ujung studi. Terlebih, juga mempunyai kenangan indah lantaran disaksikan oleh teman hingga orang tuanya.
Pengumuman kelulusan beberapa mahasiswa sebelum memulai jeguran. Foto / Feni Yusnia
"Seiring berjalannya waktu, tradisi ini terus dipertahankan. Hanya saja, pada saat pandemi itu semua online maka (jeguran) tidak dilakukan. Sehingga hari ini yang pertama kali sejak pandemi, maka dibuat semeriah mungkin," tambahnya.
ADVERTISEMENT
Ditambahkan, antusias mahasiswa sangat tinggi menyambut tradisi ini. Sebelumnya, mereka juga telah di berikan pengumuman termasuk dengan arahan membawa pakaian ganti.
"Total mahasiswa hari ini ada lebih dari 60. Besok juga akan ada lagi seperti ini. Mereka sangat antusias tentunya karena ini termasuk momen yang ditunggu-tunggu dan kolamnya sejak dulu ya tetap disitu (kolam sarjana)," tukasnya.
Sementara itu, salah satu mahasiswi bernama Daniver Olivia, dari Jurusan Akuntansi angkatan 20q8 ini mengaku antusias dengan tradisi jeguran tersebut. Apalagi kelulusannya itu dirasakan setelah pandemi COVID-19 dan kembalinya pelaksanaan ujian skripsi secara luring.
"Seneng sekali bisa lulus, meski saat masuk kolam itu menggigil karena dingin. Tapi momen ini sudah ditunggu-tunggu," tandasnya.
ADVERTISEMENT