Senam Corona, Cara Warga Kampung Wisata Tangguh di Malang Cegah Virus COVID-19

MALANG - Terletak di belakang RSUD Saiful Anwar, kampung wisata tangguh yang dikenal dengan nama Kampung Putih di RW 6, Kelurahan Klojen, Kecamatan Klojen, Kota Malang, terus melakukan antisipasi penularan virus corona alias COVID-19 di wilayahnya.
Berbagai hal dilakukan. Mulai dari penerapan protokol pencegahan secara ketat hingga sosialisasi 3 M yakni Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, dan Memakai Masker.
Kali ini, gaya hidup sehat digaungkan dengan cara unik melalui senam bersama yang dinamai senam corona. Sejumlah warga Kampung Putih menggelar senam bersama ini, pada Minggu (18/10/2020).
Ketua RW 06 Kampung Putih, Ireng Sugiri, mengatakan bahwa selain didukung dengan penerapan 3 M, dalam mencegah virus corona juga harus dibentengi dengan imunitas dan daya tahan tubuh yang kuat. Salah satunya adalah dengan menambah frekuensi berolahraga.
''Dengan bergerak, tubuh bisa jadi lebih sehat dan InsyaAllah menjaga diri dari virus ini. Dengan terus bergerak, diharapkan bisa terbentuk daya tahan tubuh yang kuat,'' ungkap Ireng.
Dalam kegiatan senam bersama itu, juga sekaligus jadi ajang sosialisasi program 3 M yang memang dilakukan secara rutin dalam setiap kesempatan. Apalagi, mengingat lokasi kampung ini sangat dekat dengan RSSA, rumah sakit rujukan utama kasus corona di Malang.
''Makanya, kita terus sosialisasikan program 3 M. Meski memang menumbuhkan kesadaran ini agak sulit, tetap harus dilakukan. Gak boleh bosan. Semua demi keselamatan warga sendiri,'' jelasnya.
Kesadaran warga disini memang terbilang tinggi. Bahkan Kampung Putih merupakan Kampung Tangguh pertama yang terbentuk di Malang sejak pandemi merebak. Berbagai kegiatan edukasi kesehatan, penyemprotan desinfektan, hingga Lumbung Pangan terus digalakkan secara rutin.
Berkat kesadaran dan inisiatif yang tinggi dari masyarakat ini, tercatat angka kasus positif corona di kampung ini terbilang sedikit. Hanya ada 5 orang warga yang terkonfimasi positif corona hingga saat ini.
''Sampai saat ini total konfirmasi positif disini hanya ada 5 orang. Diantaranya 2 orang meninggal dan 3 orang sudah sembuh. Sejak awal kita memang waspada, sampai membatasi orang luar kampung masuk,'' pungkasnya.
