Konten Media Partner

Sik Tas Utem Aranjep, Kusam Henem

Tugu Malangverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Faisal (43), genaro asal Poncokusumo, Kabupaten Malang ditangkep silup. Foto : dokumen.
zoom-in-whitePerbesar
Faisal (43), genaro asal Poncokusumo, Kabupaten Malang ditangkep silup. Foto : dokumen.

NGALAM.ID-Menkumham koyok e kadit indemud waktu nggawe kebijakan ngutemno napi oket aranjep, kadit rikim dampak negatipe. Buktine wes kanyab kabar dampak kebijakane Menkumham iki justru menimbulkan keamanan kadit nes. Kanyab sing tas diutemno oket anjarep ngulangi kriminale henem. Onok sing ngralu, onok sing ngleseh, onok sing nakis rotom. Masyarakat sing wes ngingub perkoro corona tambah resah.

Contone, Faisal (43), genaro asal Poncokusumo, Kabupaten Malang iki tanggal 9 april dibebasno oket anjarep kelas II A Madiun, tapi minggu sore 12 April 2020 keleket henem waktu wanyik kate nakis rotom ndik Jl, Raden Intan, Blimbing Kota Ngalam.

Menurut cacatan, sampek dino ini napi sing diutemno oket anjarep kanyabe 36.554 sak Indonesia. Dampak negatipe wes jelas, kanyab sing tas utem ngulangi kriminale meneh. Dampak kipa e kadit babar blas. Bahkan menurut laporan dari berbagai media nasional, wes hulupan kejadian kriminal pelakune genaro-genaro eks napi sing sik tas diutemno oket anjarep katut program asimilasine Menkumham.

Faisal sak iki dikerangkeng ndik sel khusus Polsek Blimbing ngenteni proses peradilan, bakal dianjarep henem wanyik iku. Kapolsek Blimbing, Kompol Hery Widodo crito: “Pelaku dileket warga ndik lokasi ngarepe mini market Jl.Raden Intan. Waktu iku Faisal dicurigai kate nakis rotom honda beat Nopol N.5721.ABD. Warga sing curiga tail gerak-gerike pelaku langsung ngleket tersangka”.

“Kecurigaan warga”, tambah Kapolsek njlentrehno, “soale pelaku mbulet ae ndik sekitar lokasi, terus ngutemno kunci T gawe nyongkel motor, langsung dileket rame-rame oleh genaro-genero sing sak durunge nginceng gerak gerike pelaku.”

Silup menyita barang bukti berupa Kunci T sebagai alat kejahatan nakis rotom. Selain bakal diadili meneh, hak pelaku sing dibebasno mergo program asimilasi dari Menkumham bakal dicabut. Ora mek dicabut hak asimilasine, tapi wanyik bakal dihukum luwih berat mergo mengulangi perbuatane. Sakdurunge Faisal anjareb 4 (takma) nuhat, mergo kasus pencurian tahun 2018.

Referensi Kosakata Hari ini:

Kadit indemud=tidak fokus; Ngutemno=mengeluarkan;

Anjarep=penjara; Henem=meneh(jw)/lagi (ind); Ngralu=dari

kosakata ralu=menipu, padankata dari ralu ini adalah sanjipak, sama-sama memiliki arti menipu tetapi penggunaannya harus sesuai dengan konteks kalimatnya jadi tidak semua kosakata bahasa malangan dapat diterapkan/ diucapkan tidak dalam konteksnya, maka Arek2 Malang akan segera dapat mengenai Anda asli Arek Malang atau bukan seandainyapun Anda menggunakan bahasa Malangan.

Di sini eksklusifnya bahasa Malangan dibanding bahasa prokem. Ngleseh:nyopet,njambret; Nakis=curi, dari kata takis=sikat/ambil dengan diam-diam, Tapi dalam konteks tertentu kata Takis juga bisa berarti perintah melakukan kekerasan fisik, mirip dengan kata lokopen dari kata lukup=pukul. Ngingub=berasal dari pembalikan kosakata “bingung” tapi mengalami metamorfose sehingga menjadi kosakata bentukan baru. Keleket=ketangkap dari kosakata cekel (jw).

-------

Redaktur ahli mohon maaf, karena space-nya terbatas maka tidak semua kosakata bahasa Malangan dapat kami jelaskan di sini oleh karena setiap kosakata bahasa malangan yang dipungut dari berbagai komunitas/slank-slank yang jumlah puluhan di Malang Raya mempunyai catatan dan sejarahnya sendiri-sendiri.

Lagi pula tidak semua kosakata bahasa slank diadopsi menjadi bahasa Malangan. Untuk itu, InsyaAllah pada saatnya nanti akan kami terbitkan buku Ensiklopedi tentang Bahasa Slank Malangan, bukan sekedar kamus yang kering dari estetika dan sejarah terbentuknya sebuah kosakata Bahasa Malangan.

--------

Catatan tentang Boso Malangan:

BAHASA SLANK: Sebelum Bahasa Malangan yang kemudian menjadi Icon bagi Arek2 Malang dan bahkan menjadi pemicu fanatisme persaudaraan bagi sesama Arek2 Malang di perantauan yang menasional bahkan konon mendunia itu, satu hal yang tidak boleh dipungkiri adalah bahwa menurut banyak informasi dan telah terkonfirmasi kebenarannya, cikal bakal Bahasa Malangan berawal dari bahasa walikan sebagai bahasa sandi bagi pejuang-pejuang R.I. yang bermarkas disekitar kawasan Pasar Besar sekarang, dibawah Pimpinan Mayor Hamid Rusdi melawan tentara Penjajahan Belanda (patung beliau sekarang terletak di simpang empat SMPN 5 Kota Malang).

Beberapa informasi menyebutkan, bahasa walikan kemudian menjadi bahasa yang lebih terbuka digunakan walaupun tetap masih terbatas di kalangan komunitas tertentu sekitar tahun 1950-an ke atas. Terutama digunakan oleh komunitas/slank di kawasan sekitar Pasar Besar Malang. Pada fase ini Bahasa Walikan belum menjadi icon Bahasa Malangan.

Adalah komunitas para Makelar yang kemudian juga memiliki kosakata bahasa sandi, tetapi tidak didasarkan pada pembalikan kosakata saja misalnya: saya menjadi“ayas” , melainkan didasarkan atas suatu peristiwa adakalanya juga dari celetukan2 secara sponaitas dari komunikasi verbal diantara mereka. Kosakata yang didasarkan atas peristiwa misalnya kosa kata: “Sanjipak” = penipu. Kemudian yang didasarkan atas celetukan spontanitas misalnya kosakata: “Yaolo” artinya juga sama dengan “Sanjipak”. Setelah komunitas para Makelar ini kemudian disusul oleh komunitas kecil/slang2 lainnya. Kota Malang memiliki banyak slank dan memiliki bahasa slank-nya masing2, dimana kelak bahasa slank dari berbagai slank itu menjadi Icon Bahasa Malangan. Sehingga bahasa Malangan lebih tepat disebut sebagai bahasa slank daripada terlalu disederhanakan sebagai sekedar bahasa walikan/kiwalan, terlalu naif karena tidak semua Bahasa Malangan hasil pembalikan dari suatu kosakata. Slank mana saja dan kosakata apa saja yang dilahirkan dari slank2 itu? Ikuti terus berita dengan boso malangan “deles” (asli) ini.

A Wahab Adhinegoro, pengacara yang juga pemerhati Boso Malangan.

Reporter : Fajrus Sidiq

Redaktur Ahli : A. Wahab Adhinegoro