Woman
·
22 Desember 2020 12:23

Siti Munifah, Pejabat Kementan dengan Segudang Prestasi Nasional

Konten ini diproduksi oleh Tugu Malang
Siti Munifah, Pejabat Kementan dengan Segudang Prestasi Nasional (158301)
searchPerbesar
Siti Munifah. Foto: Rizal Adhi
MALANG - Menjadi pejabat publik di Kementerian Pertanian (Kementan) bukan berarti bisa bersantai dan tidak mengejar berbagai prestasi. Hal inilah yang dilakukan perempuan yang kini menjabat sebagai Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Dr Ir Siti Munifah MSi.
ADVERTISEMENT
Perempuan asli Malang ini, hidup dalam keluarga yang menjunjung tinggi nilai pendidikan. Dia menempuh pendidikan S1 di Universitas Islam Malang (Unisma) Jurusan Peternakan tahun 1987.
Wanita yang akrab disapa Munifah ini, lalu melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Hasanuddin Makassar jurusan Komunikasi Penyuluhan tahun 2004. Dan melanjutkan studi S3 di universitas yang sama.
Munifah memulai karirnya sebagai Tenaga Pengajar/Dosen di APP Magelang tahun 1994-1997. Lalu melanjutkan karir sebagai Dosen di Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Gowa tahun 1997-2008.
"Saya lalu mendapat tugas tambahan sebagai Ketua Jurusan tahun 2002 dan Dosen Lektor tahun 2004. Dan pada tahun 2008-2010, saya diangkat menjadi Kepala Sekolah Pertanian Pembangunan Sembawa Palembang (salah satu UPT Pendidikan milik Kementerian Pertanian)," kenangnya.
ADVERTISEMENT
Perempuan yang mendapatkan penghargaan tanda penghargaan SLKS X Tahun 2011 dan SLKS XX tahun 2015 dari Presiden RI ini, kembali ke tanah kelahirannya pada 2010 sebagai Kepala Bagian Umum di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kota Batu.
"4 tahun kemudian tepatnya di tahun 2014, diangkat sebagai Direktur/Ketua Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Malang," ungkapnya.
Karir Munifah terus menanjak naik. Dia lalu menjabat sebagai Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian sejak tahun 2017.
Tak berhenti sampai disitu, di tahun 2019, Munifah ditunjuk menjadi Sekretaris Badan PPSDMP hingga sekarang.
"Saya juga pernah menjadi salah satu perempuan yang mewakili delegasi Republik Indonesia dalam berbagai event regional maupun internasinal dalam short course dan kunjungan kerja. Diantaranya di Korea Selatan, Malaysia, Jepang, New Zealand, Thailand, Vietnam, Brunei Darusalam, Rusia, Riyad, dan lainnya," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Selain pendidikan formal, dia ternyata juga seringkali mengikuti pendidikan informal seperti Pembinaan Metode THD dan WBK tahun 2009, Training of Trainers tahun 2009, Economic Empowerment for Rural Women tahun 2008, Institutional Toel Score 2005, Penataran Teknis Calon Pimpinan Koperasi tahun 1982, dan masih banyak lagi.
Dia juga tergabung dalam berbagai yayasan dan NGO yang bergerak dibidang pemberdayaan masyarakat.
"Sementara untuk diklat yang saya ikuti diantaranya Diklat Kepemimpinan 3 dan Pendidikan Kepemimpinan Nasional 2. Saya juga pernah menjabat sebagai dosen luar biasa di Universitan Muhammadiyah Makassar, Universitas Asyariah Mandar. Dan sekaligus juga menjadi penguji program doktor/S3 di IPB, UB, dan UNHAS," bebernya.
Diantara rekan-rekan kerjanya, Munifah dikenal sebagai sosok yang kuat di sektor pertanian selama menjabat sebagai Sekretaris Badan Menteri Pertanian. Dia mencatatkan prestasi yang menonjol di tahun 2020, yakni realisasi serapan anggaran BPPSDMP tahun 2020 cukup baik. Hingga 18 Desember 2020, realisasi serapan anggaran mencapai 95.28 persen.
ADVERTISEMENT
"Saya pernah mendapatkan capaian BPPSDMP Kementan antara lain telah mengkoneksikan 5.698 BPP ke AWR, menyalurkan bantuan IT sebanyak 3.571 unit di tahun 2020," ujarnya.
"Kostratani juga memiliki program pendukung seperti MSPP, NGobras, MAF, Bertani On Cloud, dan Training Online yang semuanya dilakukan secara virtual," tuturnya.
Tak ingin berhenti di situ, di tahun 2020 ini, dia juga terus menghasilkan para petani milenial. Sebanyak 831 orang adalah lulusan Polbangtan tahun 2020, 743 alumni yang bekerja di bidang pertanian, 88 orang alumni bekerja di dunia industri dan ASN, dan kelompok wirausaha pertanian yang jumlahnya mencapai 1.901 kelompok. Belum lagi alumni SMK-PP yang berjumlah 435 orang.(ads)