Konten Media Partner

Skripsi 500 Halaman Diubah Menjadi Buku Berjudul 'Mati'

Tugu Malangverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Suasana bedah buku berjudul 'Mati' di Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang, Jum'at (10/10). Foto: ali dan ghufron.
zoom-in-whitePerbesar
Suasana bedah buku berjudul 'Mati' di Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang, Jum'at (10/10). Foto: ali dan ghufron.

TUGUMALANG.ID-Anggapan kalau menyusun buku itu sulit, tampaknya tidak terbukti. Ini setidaknya bagi Nada Shobah Assegaf, penulis buku berjudul 'Mati'. Ya, dia menyulap karya skripsi-nya setebal 500 halaman, menjadi buku cantik setebal 125 halaman.

Jum'at (10/10), buku tersebut dibedah di Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang. Fakultas ini adalah almamater perempuan yang akrab disapa Nada tersebut. Pembandingnya adalah Dr M Mahpur M.Si, yang tak lain dosen pembimbing Nada.

Dalam pemaparan di acara yang diselenggarakan oleh penerbit Kota Tua ini, dia menganggap kalau setiap karya, selalu ada butiran mutiara, tak terkecuali di skripsi, yang oleh kebanyakan orang hanya sebagai legalitas kelulusan saja."Jadi saya mengambil mutiara di tengah tumpukan sampah itu," kata perempuan kelahiran 11 Mei 1994 ini.

Dia mengatakan, motivasi utama menulis buku tersebut karena adanya dorongan yang kuat dari dirinya sendiri dan dari orang-orang terdekatnya. Sehingga lika-liku yang menerjang selama proses penyelesainnya bisa dilewati dengan mudah.

Suasana bedah buku berjudul 'Mati' di Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang, Jum'at (10/10). Foto: ali dan ghufron.

"Buku ini adalah hasil dari skripsi saya yang di sulap menjadi buku dengan proses pengulangan revisi yang bertubi-tubi. Proses ini di lakukan sejak saya lulus kuliah 4 tahun lalu, yaitu pada tahun 2015 dan terbit pada tahun  2019, selama proses itu saya mengalami banyak rintangan mulai dari proses pengambilan data dan direvisi oleh dosen pembimbing saya," imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, dia menambahkan bahwa dalam proses penulisan buku tersebut, dia terlebih dahulu melawan dirinya dari rasa malas karena menurutnya dia berusaha memangkas skripsinya setebal 500 halaman."Saya saat itu disibukkan dengan proses kandungan anak yang ke-dua, tidak hanya itu saya juga mempunyai kesibukan lain yaitu mengajar dan membuka usaha kecil-kecilan (produksi Roti di Probolinggo). Dengan beberapa kesibukan itu, Alhamdulillah saya bisa menyelesaikan tulisan tersebut meskipun berjarak empat tahun," katanya.

Lalu, kenapa soal kematian yang dia bahas, menurut dia, kematian adalah sebuah kepastian. Sehingga, dia melakukan penelitian ke ibu-ibu majelis taklim, dalam mempersiapkan kematian."Mati itu tidak hanya dekat, tapi juga pasti, kita semua pasti mati," katanya.

Sementara itu, pembanding yakni Dr M Mahpur M.Si mengapresiasi kegigihan Nada Shobah."Jadi dia tidak puas skripsi menjadi syarat kelulusan saja, tapi juga mau menjadikannya buku," katanya."Dalam setiap bimbingan, dia selalu memberi lebih dari apa yang saya tugasi," imbuhnya.

Ilustrasi Buku Foto: Pixabay

Mahpur melanjutkan, karya penelitian yang baik adalah karya yang bisa disederhanakan dan bisa dinikmati masyarakat ramai, salah satunya melalui buku."Menurut saya penelitian yang baik bukan yang hanya masuk jurnal internasional seperti scopus, tapi juga yang dibukukan seperti ini," imbuhnya.

Cover buku Mati kara Nada Shobah Assegaf

Perihal kematian, Mahpur mengatakan kalau semua orang perlu akrab dengan kematian."Kematian itu tidak hanya mati secara harfiah, tapi saat tangan kita sakit, itu sebenarnya mati dalam definisi yang lain. Saat tangan kita sakit kita menjadi sadar kalau kita punya tangan, maka dari itu kematian harus kita akrabi," katanya.

Reporter : Ali dan Ghufron

Editor : Irham Thoriq