Konten Media Partner

SMK Negeri 1 Turen Turut Berpartisipasi di Ajang Malang Fashion Runway

Tugu Malangverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Siswa SMKN 1 Turen bersama salah seorang desainer ternama di Malang. Foto / dok
zoom-in-whitePerbesar
Siswa SMKN 1 Turen bersama salah seorang desainer ternama di Malang. Foto / dok

MALANG - SMK Negeri 1 Turen Malang, turut berperan dalam ajang Malang Fashion Runway sebagai desainer, di Malang Town Square (Matos), pada Minggu (28/8/2022).

Sebanyak empat siswa Program Jurusan Tata Busana SMKN 1 Turen ikut berpartisipasi di ajang bergengsi itu.

Kepala Program Jurusan Tata Busana SMKN 1 Turen, Eva Maria Yuli Astuti SPd menjelaskan bahwa empat siswa tersebut menampilkan 8 desain. Maka, empat siswa yang dikirim dibagi menjadi dua grup dengan dua tema yang berbeda.

Tema pertama, mengusung Denim Colaboration dengan nama desainer Ajeng Maulita Sefrilia kelas XII TBS 1 dan Aurelyna Azizah kelas XII TBS 1. Sedangkan tema kedua, Senja di Yogya dengan siswa bernama Agustin Fransisca Putri Kelas XII TBS 2 dan Dinda Aulia Putri Kelas XII TBS 1.

"Totalnya 8 desain. Tema pertama, menggabungkan bahan denim dengan beberapa bahan dengan model yang kekinian untuk remaja, Sedangkan tema kedua, menggunakan bahan yang mengkombinasikan kain motif batik, motif lurik dan kain polos," ujar Eva Maria.

Apresiasi terhadap empat desainer sekaligus siswa SMKN 1 Turen di atas panggung MFR. Foto / dok

Dalam ajang bergengsi yang kembali dilaksanakan seiring melandainya pandemi itu, Kejuruan Tata Busana SMKN 1 Turen berkesempatan ambil bagian dan mendapatkan komentar dan sambutan hangat dari para pecinta fashion yang hadir.

"Ini sangat membanggakan, mereka saat anak didik kami tampil dengan rancangannya yang rapi, kekinian dan aplication, mereka mendapatkan apresiasi yang luar biasa," tuturnya.

Desain salah satu siswa SMKN 1 Turen yang diperagakan oleh model MFR. Foto / dok

Menurut Eva Maria, timnya membutuhkan waktu penggarapan busana selama kurang lebih dua minggu. Mulai dari desain, pola hingga proses jahit.

"Tantangannya, karena kemarin kan bukan desain biasa sehingga proses pembuatan agak lama. mungkin masih perlu banyak latihan , Termasuk skill jahitnya juga," sambung dia.

Apalagi, siswa yang terlibat merupakan kelas XII dan kali pertama mengikuti even fashion di luar sekolah. "Iya, ini kali pertama mereka mengikuti event fashion. Angkatan ini, belum pernah ikut event fashion karena mereka kelas 10 pertengahan sudah pandemi, lalu kelas 11 lanjut PKL dan setelah PKL langsung kelas 12 ini," bebernya.

Dengan mengikuti MFR ini, ia berharap para siswa lebih percaya diri menampilkan hasil karyanya dan lebih berani berkreasi. Terlebih, pada acara tersebut diikuti oleh para desainer yang sudah berpengalaman di bidang fashion.

Karya desainer siswa SMKN 1 Turen. Foto / dok

Selain itu, mampu meningkatkan skill siswa yang dipelajari sebelumnya di bidang desain dan pembuatan busana. Termasuk, agar bisa mengeksplor ide mereka, dan lebih kreatif dalam berkarya sekaligus menciptakan berbagai desain yang menarik.

"Ini menjadi kesempatan mereka untuk bisa lebih semangat lagi mengembangkan talentanya, dan menjadi motivasi bagi teman-teman lain. Kedepan, supaya mereka menjadi lulusan yang berdaya saing dan kompeten di bidang desain. Siapa tahu mereka nanti bisa menjadi desainer terkenal atau bisa juga punya usaha di bidang desain," tukasnya.

Senin pagi (29/8/2022) tepuk tangan menggema di hanggar SMKN 1 Turen saat keempat nama siswa diumumkan usai tampil bersama desainer di MFR. Foto / dok

Tambah Eva Maria, keberhasilan event ini juga tak lepas dari dukungan seluruh pihak sekolah. Sekolah sangat mendukung sekali. terutama Kepala Sekolah, Drs Edy Prayoga, M.MTi yang sangat mensupport kegiatan ini.

''Pada event fashion show tersebut beberapa waka (waka kurikulum, waka humas,waka SDM dan waka kesiswaan) hadir pada acara tersebut. Demikian para guru dan siswa. Mereka semua turut aktif memberikan dukungan,'' pungkasnya.