News
·
31 Agustus 2020 14:23

Soal Bantuan Sembako, Ojek Kuda di Bromo Pasrah

Konten ini diproduksi oleh Tugu Malang
Soal Bantuan Sembako, Ojek Kuda di Bromo Pasrah (120100)
Surato. Foto: Rizal Adhi
MALANG - Pandemi COVID-19 membuat Wisata Gunung Bromo tutup selama 6 bulan sejak Maret 2020. Kondisi ini membuat perekonomian warga sekitar juga ikut tersendat. Salah satunya pendapatan para ojek kuda.
ADVERTISEMENT
"Saya sudah 6 bulan tidak dapat penghasilan karena tidak boleh ke bawah," ujar Ojek Kuda, Surato, pada Senin (31/8/2020).
Dengan kondisi tersebut, dia hanya mengandalkan hasil bumi selama penutupan Gunung Bromo. "Sehari-hari saya ada di ladang bersih-bersih dan panen," terangnya.
Bantuan dari pemerintah juga hanya sekali sampai ke rumahnya. "Bantuan sebenarnya ada bulan April lalu sekali, tapi hanya 5 kilo. Segitu habis ya seminggu karena di rumah ada 4 orang," ungkapnya.
Setelah Gunung Bromo akhirnya resmi dibuka kembali pada Jumat (28/8/2020), Surato akhirnya bisa bernafas lega. Namun dia mengaku was-was.
"Setelah dibuka ini saya sejujurnya agak khawatir tapi juga tenang. Mau panik bagaimana karena tidak tahu (terkait COVID-19)," bebernya.
Warga asli Desa Ngadas ini pasrah terkait bantuan sembako dari pemerintah. "Kalau harapan saya terserah pemerintah saja, kalau mau memberi saya gak nolak, tapi saya gak berani minta," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Hal senada juga diungkapkan Sunarto. Ojek Kuda ini bahagia bisa kembali menyewakan kuda untuk turis.
Dia berharap, wisatawan bisa ramai kembali seperti dahulu. Sehingga dirinya bisa mendapatkan penghasilan tambahan untuk keluarganya. "Semoga bisa ramai kembali, jadi bisa dapat tambahan selain dari berkebun," tutupnya.
Perlu diketahui, tarif ojek kuda di Bromo Rp 50 ribu untuk jarak dekat dan Rp 100 ribu untuk jarak jauh.