Konten Media Partner

Sopir Angkot di Malang Keluhkan Penumpang Sepi Akibat Wabah Corona

Tugu Malangverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Angkot di Kabupaten Malang. Foto: Rizal Adhi.
zoom-in-whitePerbesar
Angkot di Kabupaten Malang. Foto: Rizal Adhi.

MALANG-Tak cukup gempuran transportasi online, Corona Virus Disease atau COVID-19 membuat nasib para sopir angkot kian merana. Jumlah penumpang merosot drastis.

"Waduh, turun banyak sekali. Ada kalau 50 persen penurunan jumlahnya," terang sopir angkot jurusan Lawang-Arjosari, Muhammad Dimas Syarifuddin, saat ditemui di Pasar Lawang, pada Senin (30/3/2020).

Biasanya dalam sehari, Dimas bisa mendapatkan minimal uang Rp 100 ribu. Namun kini, untuk setoran saja dia kebingungan karena sepi penumpang.

"Ini saja uang setoran aslinya 90 ribu. Sudah dikurangi jadi 50 ribu tapi masih gak nutup buat setoran saja," ucap Dimas.

Kini, Dimas hanya dapat penghasilan untuk melanjutkan kerja esok hari. "Yang buat orang rumah saja masih belum ini," imbuhnya.

Dimas mengakui jika penumpangnya banyak yang takut tertular Virus Corona. Mengingat harus berdesakan saat menaiki angkot. "Yang pasti banyak yang takut, tapi ada juga yang enggak," lanjutnya.

Dimas sendiri mengaku belum ada rencana apa pun seandainya sepi penumpang terus berlanjut. "Belum ada persiapan sama sekali. Berjualan juga gak kepikiran," imbuhnya.

Sopir angkot yang sudah beroperasi sejak setahun lalu ini, berharap agar situasi kembali seperti semula. Sehingga Dimas dapat menghidupi anak istrinya meskipun sedikit demi sedikit.

"Biar ada uang buat orang rumah meskipun sedikit-sedikit," tutup sopir yang biasa berkerja dari jam 05.30-22.00 WIB itu.

****

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!

Reporter : Rizal Adhi

Editor: Lizya Kristanti