Pencarian populer

Surat Edaran Ketua RW di Malang: Warga Baru Kena Biaya Rp 1,5 Juta

Ketua RW 02 Kelurahan Mulyorejo, Ashari, menunjukkan surat edaran yang dibuatnya. (Foto: Gigih Mazda/Tugu Malang).
TUGUMALANG.ID - Ketua Rukun Warga (RW) 02 di Tebo Selatan, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, mengeluarkan surat edaran yang mewajibkan bagi warga baru untuk membayar Rp 1,5 juta. Selain itu, warga yang pindah kontrak dan indekos juga diwajibkan membayar uang sejumlah tertentu.
ADVERTISEMENT
Surat bertanggal 14 Juni 2019 itu juga mengatur bahwa ada uang kompensasi yang harus diberikan kepada pihak Rukun Tetangga (RT) sebesar 0,2 persen dari warga yang melakukan jual-beli tanah atau rumah. Kini surat itu menjadi buah bibir dan mendapat banyak kritik setelah beredar di WhatsApp dan Facebook karena dinilai tak logis.
Menanggapi hal itu, Ketua RW 02 Kelurahan Mulyorejo, Ashari, membenarkan bahwa surat edaran tersebut memang dibuat olehnya bersama pengurus RT, RW, dan warga. Namun, dia mengatakan aturan yang tertera di dalamnya tidak bersifat mengikat.
"Jadi ini bukan bahasa hukum. Andai kata tidak memberi juga tidak masalah," kata Ashari saat ditemui di rumahnya, Kamis (11/7).
Menurut Ashari, surat itu tidak dibuatnya sendirian, melainkan bersama pengurus RW, RT, dan warga. Foto: Gigih Mazda/Tugu Malang.
Dia menyebut uang yang diminta kepada warga baru sebesar Rp 1,5 juta diperuntukkan bagi kepentingan tanah makam sebesar Rp 1 juta. Uang itu, kata dia, tidak akan digunakan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk warga.
ADVERTISEMENT
"Sedangkan yang Rp 500 (ribu) itu dimasukkan untuk kas RT dan RW," kata Ashari.
"Jadi ini nanti kembali ke warga. Misalnya saja saat Agustusan (peringatan Hari Kemerdekaan RI--red) atau acara bersih-bersih kampung," sambungnya.
Menurut Ashari, surat edaran itu dibuat untuk menakut-nakuti warga agar dapat tertib. Oleh karena itu, kata dia, surat tersebut tidak mengikat warganya.
"Nominal hanya untuk itu (menggertak). Kalaupun tidak membayar, sebenarnya tidak ada hukumannya. Intinya yang melatari kami membuat peraturan tersebut supaya kampung kami ini aman, sehat, dan tertib," pungkas Ashari.
Reporter: Gigih Mazda Editor: Irham Thoriq
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.80