Konten Media Partner

Tanggap COVID-19, Dosen FEB Unisma Beri Pelatihan Membuat Sabun

Tugu Malangverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
FEB Unisma. Foto: dok.
zoom-in-whitePerbesar
FEB Unisma. Foto: dok.

MALANG - Dosen jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma), Deni Irfayanti, melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan mengadakan pelatihan membuat sabun cuci tangan handmade, di Kelurahan Kendalsari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Dibantu dua mahasiswanya, yakni Nanda dan Habibi, dia bertujuan untuk memberikan pembekalan kecakapan dalam berwirausaha pada ibu-ibu PKK di Kelurahan Kendalsari.

"Hal ini selaras dengan masa pandemi COVID-19 yang belum berakhir. Apalagi di Kota Malang yang mengalami zona merah. Disisi lain, perekonomian keluarga menjadi terpuruk akibat kebijakan pembatasan untuk bersosialisasi serta menurunkan pendapatan masyarakat," terang Irfayanti, sapaan akrabnya.

FEB Unisma. Foto: dok.

Dia mengatakan, cara pembuatan sabun ini sangat sederhana. Bahan baku juga mudah didapatkan. Biaya produksi juga lumayan rendah.

"Namun karena saat ini masyarakat mengalami perubahan perilaku untuk hidup sehat dan bersih, maka kebutuhan akan sabun cuci handmade ini sangat tinggi. Sehingga harga jual di pasaran lumayan tinggi," ujarnya.

“Ini menjadi alternative wirausaha yang sangat menjanjikan bagi para ibu yang dapat membantu perekonomian keluarga di masa pandemi,” imbuhnya.

FEB Unisma. Foto: dok.

Menanggapi hal tersebut, Dekan FEB Unisma, Nur Diana, mengatakan bahwa Kecamatan Lowokwaru merupakan zona merah dengan kasus COVID-19 tergolong tinggi.

"Untuk itulah Program Pengabdian Masyarakat FEB Unisma ini diarahkan untuk memberdayakan masyarakat Kendalsari agar memiliki skill yang bisa menciptakan produk sabun cuci tangan," terang Diana, sapaan akrabnya.

Dia berharap, Irfayanti mampu mencegah penyebaran COVID-19 dan meningkatkan perekonomian warga.(ads)