kumparan
30 Mar 2019 18:00 WIB

Temuan Situs Makin Lebar, Pembangunan Tol Malang-Pandaan Bisa Terhenti

Lokasi tempat penemuan situs di Tol Malang-Pandaan di daerah Pakis, Kabupaten Malang.
TUGUMALANG.ID - Pembangunan jalan Tol Malang-Pandaan Seksi V kemungkinan bisa berhenti. Sebab, ada potensi lokasi temuan Situs Purba Sekaran pada STA 37, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, semakin melebar.
ADVERTISEMENT
Direktur Utama PT Jasamarga Pandaan Malang, Agus Purnomo, menyatakan siap untuk menghentikan pembangunan proyek tol jika memang ditemukan kembali rentetan Situs Purba Sekaran, dan terlebih jika mendapat rekomendasi untuk berhenti dari pusat.
”Jika ada temuan lagi, dan temuan itu harus dilindungi dan tidak boleh menerjang. Ya akan kita hentikan lagi. Dan jika memang dihentikan, maka tol ya berhenti di situ,” tutur Direktur Utama PT Jasamarga Pandaan Malang, Agus Purnomo.
Agus menyatakan bahwa temuan situs cagar budaya zaman pra-Kerajaan Majapahit tersebut memang membuat proyek jalan tol di Seksi V bakal mundur.
“Memang Seksi V molor. Tapi mudah-mudahan tidak lebih dari tahun ini selesai,” terangnya.
Padahal, Agus menyatakan bahwa target sebelumnya semuanya selesai pada pertengahan tahun ini. Namun, hal itu terpaksa membuat pihak Jasamarga membuat mundur target operasi tol menjadi bulan Desember.
ADVERTISEMENT
”Kalau pengerjaan Seksi V sekarang sudah berkisar 26 persen,” ujarnya.
Meski Seksi V terancam molor, tetapi pihaknya sedang menyiapkan agar Seksi I hingga Seksi IV bisa selesai pada bulan Mei ini.
”Target dan harapan kami Seksi I-IV itu sebelum lebaran sudah beroperasi,” kata Agus.
Pihaknya menjelaskan bahwa pengerjaan untuk keempat seksi tersebut berjalan cukup lancar. ”Untuk pengerjaan seksi I-III sudah sekitar 98 persen. Kalau Seksi IV sudah 80 persen,” terangnya.
Sementara terkait underpass di Karanglo yang saat ini sedang dikerjakan, pihaknya juga menargetkan bahwa semuanya bisa selesai pada bulan Mei.
“Nanti dibuka bersamaan dengan jalan tol. Dan pengerjaan underpass ini sudah sekitar 70 persen,” ungkap Agus. Underpass tersebut ditujukan untuk mengurangi macet, yakni dari arah Kota Malang, Kota Batu, dari arah Singosari, serta arus keluar dari jalan tol.
ADVERTISEMENT
“Mudah-mudahan nanti pertengahan April, meski belum operasi dan masih berantakan. Kami mau ajak bupati, wali kota untuk melihat jalur ini untuk mencoba pertama kali,” tandasnya.
Reporter: Gigih Mazda
Editor: Irham Thoriq
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·