Konten Media Partner

Temuan Situs Pendem di Batu Diduga Candi yang Sengaja Pernah Dirusak

Tugu Malangverified-green

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Proses ekskavasi pada temuan Situs Pendem di Desa Batu, Kecamatan Junrejo, Kota Batu Sabtu (14/12/2019). (Foto: Rizal Adhi/Tugumalang.id)
zoom-in-whitePerbesar
Proses ekskavasi pada temuan Situs Pendem di Desa Batu, Kecamatan Junrejo, Kota Batu Sabtu (14/12/2019). (Foto: Rizal Adhi/Tugumalang.id)

TUGUMALANG.ID – Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jawa Timur menyatakan bahwa temuan Situs Pendem di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu merupakan struktur fondasi candi yang diperkirakan dari abad ke-10 hingga ke-12 masehi.

Setelah proses ekskavasi yang dilakukan sejak Jumat (13/12/2019) kemarin, pihaknya menduga bahwa bangunan candi tersebut pernah mengalami pengrusakan oleh masyarakat pada jaman dahulu.

Hal tersebut diungkapkan oleh arkeolog BPCB Trowulan Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho. Ia menjelaskan temuan Situs Pendem hanya merupakan fondasi bangunan saja tanpa adanya reruntuhan.

“Jadi kalau misalkan runtuh, harusnya masih tersisa batu-batu penyusunnya, cuma ini belum lengkap di bawahnya,” jelas arkeolog yang akrab dipanggil Wicak ini.

Karenanya, ia menduga ada kemungkinan jika dulu candi tersebut pernah dirusak oleh masyarakat.

“Ada kemungkinan jika dulu pernah dirusak oleh masyarakat. Tapi kita tidak tahu ya latar belakangnya,” imbuhnya.

Tim BPCB Trowulan Jawa Timur melakukan ekskavasi sejak Jumat (13/12/2019) kemarin. (Foto: Rizal Adhi/Tugumalang.id)

Asal Usul Nama Desa Pendem

Selain itu, ia juga berspekulasi jika candi tersebut dulu memang sengaja dipendam oleh masyarakat. Oleh karena itu, nama desa ditemukannya situs tersebut adalah Desa Pendem yang artinya dalam bahasa Indonesia adalah dipendam.

"Kalau kita tarik lebih jauh spekulasi, mungkin ada hubungan antara nama Desa Pendem dengan candi yang di kubur ini,” lanjutnya.

Selain penemuan fondasi candi, selama proses ekskavasi tersebut pihaknya juga menemukan dua buah koin bertuliskan Nederlandsch Indie 1825 dengan diameter 22 mm.

“Ini menunjukkan jika dulu banguan ini pernah terlihat di atas permukaan tanah. Dan digali oleh sekitaran tahun 1825, kemudian koin itu jatuh,” jelasnya.

Ditemukan koin Hindia Belanda bertuliskan tahun 1825 di Situs Pendem. (Foto: Rizal Adhi/Tugumalang.id)

Masyarakat sekitar sendiri mempercayai keskralan temuan Yoni dan arca Nandi. Sekarang keduanya sudah diberi akta lindung dan menjadi punden desa Pendem.

“Secara arkeologis temuan Yoni dan Nandi menandakan adanya suatu bangunan candi. Cuma lokasinya yang sedang kita cari tahu saat ini,” tutur Wicak.

Menurut Wicak. timnya sudah menggali di bawah penuman Yoni dan Nandi, namun tidak ditemukan bangunan. Di mana artinya Yoni dan Nandi itu sudah dipindahkan.

“Kita perkirakan bangunan candi masih di area ekskavasi,” tutupnya.

Reporter: Rizal Adhi Pratama