Tim Dosen Politeknik Negeri Malang Beri Pelatihan Pemasaran Produk Keripik Cabai
·waktu baca 2 menit

MALANG - Beberapa dosen yang tergabung dalam sebuah tim dari Jurusan Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Malang (Polinema) memberikan pelatihan pemasaran produk keripik cabai melalui media sosial dalam rangka kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
Beberapa dosen yang menginisiasi pelatihan ini, antara lain Ellyn Eka Wahyu SSos MAB sebagai ketua tim. Kemudian Yekie Senja Oktora SE MM; Drs Halid Hasan MStratHRM; Dra Siti Nurbaya MAB; Dra Eny Widiyowati MPd ; serta tenaga laboran / PLP Jurusan Administrasi NiagaWinda Rachmawati AMd.
Kegiatan ini juga turut melibatkan ibu-ibu warga asrama Brimob Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jatim, tepatnya RT 13 RW 03, Kelurahan Ampeldento, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Ellyn Eka Wahyu menuturkan, pelatihan ini mengusung tema bagaimana cabe merah didiversifikasi menjadi keripik cabai merah yang dihasilkan oleh home industry dapat tetap ‘eksis’.
"Termasuk, dipromosikan dan dipasarkan dengan jangkauan pangsa pasar yang lebih luas yaitu pada masyarakat umum dan kaum milenial pada khususnya," ujarnya.
Dikatakan, bahwa cabe merah, merupakan salah satu produk pertanian di Indonesia yang memiliki beragam manfaat untuk kesehatan. Seperti mengatasi hidung tersumbat, meredakan nyeri, meningkatkan imunitas tubuh melawan radikal bebas karena kandungan vitamin dan zat-zat baik didalamnya.
Pada umumnya, cabai merah oleh masyarakat hanya digunakan sebagai pelengkap bahan dalam memasak. Sayangnya, apabila tidak laku terjual, cabe merah itu akan terbuang karena busuk.
"Melihat keadaan yang demikian, maka timbul suatu ide/gagasan untuk menambah nilai jual cabai merah, dengan cara mengolahnya sedemikian rupa menjadi produk makanan (kudapan) yang ‘unik’, crunchy, enak, sehat yaitu Kripik Cabai Merah dan dapat dinikmati setiap saat," sambungnya.
Selain itu, dengan adanya diversifikasi produk ini, masyarakat yang memproduksi melalui home industry dapat menambah penghasilan pribadi maupun keluarga dengan memasarkan produk tersebut melalui media sosial Instagram.
