Konten Media Partner

UIN Malang Kembangkan Alat Pencegah Virus COVID-19

Tugu Malangverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bilik KAFI yang dibuat UIN Malang.
zoom-in-whitePerbesar
Bilik KAFI yang dibuat UIN Malang.

TUGUMALANG.ID- Sebagai bentuk kepedulian kampus, dan sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, UIN malang terpanggil membantu masyarakat terutama di kampus untuk ikut bersama-sama mencegah, memberantas dampak massif berkembangnya virus corona. Apalagiakhir-akhir ini menguras fisik dan psychology masyarakat. Upaya-upaya itu antara lain sterilisasi kampus dengan penyemprotan disinfektan, produksi massal hand sanitizer, produksi bilik KAFI (Kabut Anti Virus), produksi obat dan coklat antioksidan berbahan kelor, dan kabut penyemprot mobil.

Hasil produksi tersebut diperuntukkan untuk warga kampus khususnya, dan masyarakat sekitar meliputi kampung, masjid, dan pesantren. Ini sebagai ikhtiar dan bentuk kontribusi nyata kampus memenuhi kebutuhan masyarakat. Saatnya kampus membuktikan diri sebagai service university yang memberikan layanan baik secara langsung maupun tidak langsung, termasuk layanan online untuk konsultasi psichologi, hukum, agama dan juga hotline layanan pencegahan COVID 19. “Kami sebagai service university berusahan memberikan layanan terbaik untuk masyarakat, khususnya di kampus,” ungkap Rektor UIN Malang Prof Dr. Abdul Harris.

Rektor UIN Malang Prof Dr. Abdul Harris usai mencoba bilik KAFI.

Produksi peralatan pencegahan tersebut dilakukan secara bertahap. Prof Abdul Harris menerangkan tahap pertama produksi hand sanitizer, yang telah dibagikan ke warga kampus dan masyarakat. Tahap kedua, produksi bilik kabut (KAFI) yang sampai saat ini masih berlangsung. Bilik KAFI ini sangat hemat dan merata, karena bentuknya bukan sprai tetapi uap atau kabut yang partikel-partikelnya sangat kecil. Saat ini masih dikembangkan bilik yang lebih simple atau sederhana yang bahannya lebih ringan dan mudah dipindah. Tahap ketiga kabut disinvektan mobil yang dapat ditaruh di pintu gerbang kantor, masjid, kampung, pesantren, dan lain-lain. “Di setiap lokasi kami usahakan ada fasilitas itu,” imbuhnya kepada tugumalang.id.

Ia menjelaskan alat tersebut sangat mudah dibuat, murah dan sangat efektif untuk mencegah penyebaran virus. Bahkan ia secara detail menyebutkan bahannya. Di antaranya ialah humidifizer yang dimodifikasi untuk mengubah air menjadi kabut. Lalu, bilik pembasmi virus yang dihubungkan dengan selang dan humidifizer. Terakhir, hand sanitizer sebanyak 1 liter dengan kadar alkohol 70%.

“Mudah dan bisa langsung digunakan untuk kepentingan kampus,” pungkasnya.

Reporter : Rino Hayyu Setyo