Konten Media Partner

Unira Malang Gagas Desa Wisata Edukasi Kampung Nanas

Tugu Malangverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelatihan Destinasi Wisata. Foto: Unira Malang.
zoom-in-whitePerbesar
Pelatihan Destinasi Wisata. Foto: Unira Malang.

MALANG - Universitas Islam Raden Rahmat Malang (Unira) Malang mengubah Desa Palaan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, menjadi desa mandiri dengan menciptakan wisata edukasi Kampung Nanas.

Tak hanya menawarkan suasana pedesaan yang unik, khas dan menarik, Unira juga membentuk desa berdikari secara ekonomi, energi, pangan, peningkatan pendapatan dan tatanan kehidupan sosial.

Buah nanas yang menjadi ikon di Desa Palaan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi wisata edukasi. Tak hanya itu, buah nanas juga dapat diolah menjadi makanan dan minuman yang menjadi ciri khas desa tersebut.

Pelatihan Destinasi Wisata. Foto: Unira Malang.

Tim Inkubator Unira Malang, Muhammad Imron MAP, mengatakan serius menjadikan Desa Palaan menjadi Wisata Edukasi Kampung Nanas. Sebab, kampus II Unira terletak di desa tersebut.

"Berhubung kampus II kita di desa tersebut jangan sampai keberadaan kita tidak membawa dampak bagi masyarakat. Akhirnya kita melihat potensi Desa Palaan dengan mayoritas masyarakat yang memiliki tumbuhan buah nanas di depan rumah maka kita jadikan sebagai Kampung Nanas," jelas Imron.

"Awalnya masyarakat kita berikan pelatihan terkait dengan pengelolaan buah nanas menjadi berbagai macam variasi olahan makanan dan minum. Selain itu juga memanfaatkan daun nanas yang diubah menjadi ketrampilan anyaman kursi, tas dan lain sebagainya yang mempunyai nilai jual lebih," terang Imron.

Pelatihan Destinasi Wisata. Foto: Unira Malang.

Dia menjelaskan, pendampingan yang dilakukan oleh Unira yaitu dengan memberikan pelatihan mulai pengelolaan destinasi wisata; pelatihan konsep wisata edukasi pelatihan branding dan marketing desa; wisata pelatihan budidaya nanas; serta pelatihan kerajinan dan olahan nanas

Adapun pemetaan desa wisata meliputi Museum Nanas, Cafe Nanas, dan playground dengan nuansa edukasi.

Desa Palaan juga menawarkan paket wisata edukasi diantaranya cooking class, farming class yang dikemas secara menarik sehingga wisatawan bisa mempraktekan secara langsung.

Pelatihan Destinasi Wisata. Foto: Unira Malang.

"Nanti wisatawan yang didampingi oleh warga akan diberikan penjelasan mulai penanaman, perawatan, hingga pengelolaan buah nanas menjadi makanan dan minuman," jelasnya.

Dengan adanya Kampung Nanas, Imron berharap dapat mengurangi pengangguran, masyarakat produktif, lebih kreatif dan bisa memanfaatkan potensi desa.

"Adanya wisata edukasi kampung nanas semoga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dengan mengelola nanas dan daun nanas yang memiliki nilai jual," harap Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini.

Perlu diketahui, Desa Palaan merupakan salah satu desa yang mendapatkan bantuan senilai Rp 1,5 M dari Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Insentif tersebut diberikan lantaran pengawalan dari kampus Unira yang dinilai bisa memanfaatkan potensi Desa Palaan.(ads)

embed from external kumparan