Unisma Beri Subsidi Belajar Mahasiswa Aktif

Malang - Pandemi COVID -19 juga berdampak pada dunia pendidikan. Kebijakan social distancing membuat Universitas Islam Malang (Unisma) menerapkan perkuliahan online (daring) termasuk bimbingan skripsi, tesis, disertasi, ujian PKL dan ujian proposal.
Namun, pemberian Ijazah tetap di bagikan sesuai dengan ketentuan bagi mahasiswa yang telah lulus menempuh pendidikan. Rektor Universitas Islam Malang Prof Dr Masykuri Bakri MSi membenarkan adanya pembagian ijazah sesuai dengan ketentuan pada tanggal 11 April 2020.
"Untuk pembagian ijazah tetal didistribusikan sesuai jadwal tetapi jadwal wisuda ditunda, kami Unisma juga memberikan perpanjangan studi 1 semester bagi seluruh mahasiswa S-1,S-2 dan S3 yang masa studinya habis pada semester genap 2019/2020," terangnya melalui video confrence.
Masykuri menjelaskan jika akan Unisma memberikan subsidi belajar sebesar Rp 300 ribu kepada mahasiswa aktif kuliah selama pandemi COVID -19. Tak hanua itu, Masykuri menambahkan akan bekerja sama dengan para alumni untuk berdonasi menyalurkan bantuan kepada mahasiswa yang masih berada di Malang.
"Sebagai bentuk kepedulian terhadap mahasiswa, kami memberikan subsidi belajar 300 ribu dan akan bersama - sama dengan alumni untuk menyalurkan bantuan sembako khususnya mahasiswa yang ada di Malang, " imbuhnya.
Tak hanya itu, untuk mendukung proses belajar daring atau online pihak kampus memberikan fasilitas kuota internet gratis melalui myIM3 untuk mengakses kuliah online melali website daring.unisma.ac.id.
" Ya, kami memfasilitasi pembuatan alamat email bagi seluruh mahasiswa unisma yang teafiliasi unisma.ac.id agar lancar proses belajar dan penugasan akademik secara daring,"bebernya.
Sementara itu, untuk pencegahan COVID -19 Unisma tengah memproduksi bilik sterilisasi, pendataan riwayat mahasiswa guna memutus penyebaran virus dan membentuk Tim Satgas Cegah COVID -19.
" Ya, kami telah melakukan screning kepada seluruh civitas akademika dosen, karyawan, mahasiswa untuk mendeteksi adanya ODR dan ODP. Dan kami telah membuat hand sanitizer yang dikerjakan oleh prodi Farmasi Fakultas Kedokteran," tambah Rektor.
Reporter : Rezza Doa
editor : Rino Hayyu Setyo
