Konten Media Partner

Universitas Negeri Malang Gelar Seminar Kesehatan Reproduksi Remaja

Tugu Malangverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Kolaborasi dengan BKKBN dan GenRe Kota Malang

Universitas Negeri Malang menggelar seminar bertema 'Peningkatan Kesadaran Remaja Tentang Persiapan Menjalani Pernikahan'. dok
zoom-in-whitePerbesar
Universitas Negeri Malang menggelar seminar bertema 'Peningkatan Kesadaran Remaja Tentang Persiapan Menjalani Pernikahan'. dok

MALANG - Remaja adalah usia potensial untuk merencanakan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Karena itu, peran generasi remaja saat ini banyak diarahkan pada kesehatan reproduksi, persiapan pernikahan, mencegah kawin usia dini, dan membina keluarga yang harmonis.

Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan GenRe Kota Malang dengan Mitra DMF IK FIK UM, menyelenggarakan Kegiatan Seminar Kesehatan Reproduksi Remaja.

Seminar berlangsung secara daring. dok

Seminar itu dilaksanakan secara daring, melalui Zoom Clouds Meeting dengan Tema 'Peningkatan Kesadaran Remaja Tentang Persiapan Menjalani Pernikahan', pada Sabtu (15/10/2022). Seminar dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Berdasarkan tema tersebut, topik bahasan seminar kali ini berfokus untuk meningkatkan kesadaran remaja mengenai apa saja yang harus dipersiapkan dalam menjalani pernikahan.

Ibu Rany Ekawati, SKM., MPH Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang, yang juga selaku ketua kegiatan pengabdian masyarakat membuka secara resmi kegiatan webinar tersebut.

Kegiatan webinar kali ini menggandeng pemateri yaitu dr. Primiary Rizky selaku BKKBN Jawa Timur dan Hirlya Intan Febryan yang menjabat sebagai Sekretaris Duta GenRe Kota Malang.

Seminar Kesehatan Reproduksi Remaja ini bertujuan untuk menekan kasus pernikahan dini yang marak terjadi, penting bagi remaja untuk memahami dan meningkatkan kesadaran mengenai apa saja yang harus mereka persiapkan dalam menjalani pernikahan.

Sebelum menikah, remaja harus mempertimbangkan berbagai aspek berkaitan dengan kehidupan berkeluarga, kesiapan fisik, mental, emosional, pendidikan, sosial, ekonomi serta menentukan jumlah dan jarak kelahiran.

Dengan pembekalan tentang persiapan menjalani pernikahan, remaja akan mampu mempersiapkan kehidupan di masa mendatang dengan baik.

Maka dari itu, pembinaan dan pengarahan remaja untuk meningkatkan kesadaran dalam persiapan menjalani pernikahan perlu dilakukan melalui dua sisi.

Di satu sisi, pembinaan dilakukan untuk membantu remaja menghadapi tantangan hidup masa sekarang. Di sisi lain, pembinaan perlu juga dilakukan untuk mempersiapkan kehidupan di masa mendatang.

Menurut pemateri yang pertama yakni dr. Primiary Rizky, masalah yang sering dialami oleh remaja antara lain pernikahan dini, kehamilan tidak diinginkan, HIV AIDS, aborsi, penyakit menular seksual dan narkoba. Dari data yang disajikan oleh dr. Primiary Rizky, diketahui bahwa 36 dari 1000 perempuan melahirkan di usia remaja (15-19 tahun).

Padahal menikah terlalu dini bagi remaja memiliki dampak yang tidak baik, mereka akan kehilangan masa remaja dan kesempatan pendidikan, apalagi jika ditambah masalah perkawinan dan kesehatan reproduksi.

Dr. Primiary Rizky juga menyebutkan tentang perencanaan apa saja yang harus disiapkan remaja sebelum membangun keluarga. Upaya tersebut yaitu merencanakan usia pernikahan (perempuan usia 21 tahun, laki - laki usia 25 tahun), membangun hubungan antar pasangan, merencanakan kelahiran anak pertama, mengatur jarak kelahiran, berhenti melahirkan di usia 35 tahun, merawat dan mengasuh anak usia balita.

Sedangkan menurut pemateri kedua, Hirlya Intan Febryan ada banyak dimensi yang harus dipersiapkan remaja sebelum berkeluarga antara lain, usia, finansial, fisik, mental, emosi, intelektual, keterampilan hidup, interpersonal, moral dan sosial.

Tidak hanya pemaparan materi yang luar biasa dari kedua pemateri, terlihat para peserta yang juga antusias dalam acara seminar. Para peserta aktif dalam bertanya maupun menjawab, sehingga diskusi berjalan dengan baik hingga akhir sesi pemaparan materi.

Maka dari itu, bagi peserta yang aktif bertanya, mendapatkan doorprize dari panitia sebagai bentuk apresiasi bagi peserta.

Selain bertujuan dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja, seminar ini juga menghasilkan luaran berupa E-book berjudul “All About Before Married, Kesadaran Remaja Tentang Persiapan Menjalani Pernikahan”.

Dalam E-book yang telah dibuat oleh tim pengabdian, menjelaskan materi yang diperlukan oleh para remaja, antara lain permasalahan dalam pernikahan serta persiapan pernikahan. E-book tersebut diharapkan bisa bermanfaat bagi para remaja untuk mempersiapkan masa mendatang dengan sebaik - baiknya.